Seputar ekspresi dua mesin gol di liga spanyol dan liga inggris

Kesedihan Ronaldo, Kekecewaan Van Persie

Kompas.com - 04/09/2012, 05:40 WIB

Apakah kebahagiaan dapat dibeli atau dihargai uang? Tanyalah Cristiano Ronaldo, bintang sepak bola yang bergelimang uang dan ketenaran di Real Madrid. Jika jujur, dia akan menjawab, ”Tidak.” Begitu abstrak dan relatifnya, kebahagiaan juga belum pasti didapat lewat tiga gol, seperti ditorehkan Robin van Persie.

Penggemar sepak bola Spanyol dihadapkan teka-teki dan misteri atas ketiadaan sukacita Ronaldo setelah memborong dua gol kemenangan Madrid atas Granada, 3-0, pada Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (2/9) atau Senin dini hari WIB. Tingkah Ronaldo itu sungguh janggal. Biasanya dia meledak dalam kegembiraan setiap kali sukses menjebol gawang lawan.

”Saya sedih dan orang-orang di klub ini tahu ada apa. Jadi, saya tidak merayakan gol-gol itu. Ini soal profesional. Saya tidak bisa mengatakan lebih lanjut,” ujar Ronaldo seusai laga.

Apakah karena Anda baru saja gagal mendapatkan gelar Pemain Terbaik Eropa, yang jatuh ke tangan gelandang Barcelona, Andres Iniesta? Begitu wartawan mendesak lebih lanjut.

”Bukan. Bukan karena itu. Ada hal-hal lain yang lebih penting,” jawab Ronaldo berkilah.

Sikap dan pernyataan bintang sepak bola termahal di dunia itu memicu berbagai spekulasi di kalangan media Spanyol. ”Apakah dia ingin pergi?” tulis harian olahraga Spanyol, AS.

Menurut laporan radio Cadena Ser dan media lain, sehari sebelum laga melawan Malaga, Ronaldo bertemu Presiden Real Madrid Florentino Perez. Bintang sepak bola berusia 27 tahun itu mengeluhkan, dia merasa tidak mendapat dukungan di ruang ganti tim. Kondisi itu membuat Ronaldo tidak bahagia dan dia ingin pergi dari Bernabeu.

Ronaldo diboyong Real Madrid dari Manchester United pada 2009 dengan nilai transfer yang hingga kini masih termahal di dunia, yakni 94 juta euro (sekitar Rp 1,12 triliun). Di Madrid, gajinya sekitar 11 juta euro atau 211.500 euro (Rp 2,5 miliar) per pekan.

”Kaya, tampan, dan sedih,” sin- dir koran olahraga Spanyol lainnya, El Mundo Deportivo.

Bukan rahasia lagi, dengan kekayaan dan ketampanannya, pemain yang berjulukan CR7 itu kerap gonta-ganti kekasih, mulai dari bintang film, foto model, hingga para perempuan selebritas top dunia lainnya.

”Cristiano berhak merasa terganggu soal apa saja. Namun, marah karena hal yang tidak berani dia ungkapkan memperlihatkan betapa rendah respek dirinya kepada kolega dan suporternya,” tulis kolumnis di koran AS. ”Jika ia ingin uang lebih banyak lagi, ayo katakanlah.”

Van Persie juga kecewa

Tidak lama sebelum Ronaldo memborong dua gol, di Liga Inggris, striker MU, Robin van Persie, juga mencetak tiga gol (hattrick) yang menyelamatkan muka tim asuhan Pelatih Sir Alex Ferguson dari kekalahan melawan klub promosi, Southampton, lewat kemenangan 3-2.

Tidak seperti Ronaldo, bomber Belanda itu ceria seusai mencetak semua golnya. Namun, dia sulit menutupi kekecewaan atas kegagalannya mengeksekusi penalti. ”Saya tak tahu apa yang saya pikirkan soal penalti itu. Saya ingin menendangnya dengan keras, tetapi pada detik-detik terakhir saya berubah pikiran. Saya cukup kecewa dengan hal itu,” ujarnya.

Dari kisah singkat Ronaldo dan Van Persie tersebut, apa arti kebahagiaan di mata bintang sepak bola? Kata orang bijak, kebahagiaan itu emosi yang paling mudah dirasakan, tetapi paling sulit didefinisikan. (SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau