MAGELANG, KOMPAS.com - Rentang dua hari, terjadi kebakaran dua pasar tradisional di Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Minggu (2/9/2012) petang, kebakaran menimpa Pasar Borobudur, Kabupaten Magelang. Api membakar dua warung makan yang terletak bersebelahan di sisi selatan pasar tersebut. Beruntung, api yang sudah membesar berhasil dipadamkan warga sekitar sebelum sempat merembet ke kios yang lain.
Penyebab kebakaran warung milik Mbok Mul (70) dan Mbak Pur (40) itu diduga berasal dari api tungku di antara dua warung yang lupa dimatikan pemiliknya sebelum pulang sore harinya. Menurut Endang mujiwati, Wakil Kepala Pasar Borobudur, di pasar tersebut terdapat sekitar 800-an kios dan los. Dirinya juga sempat khawatir kebakaran meluas. "Untung saja api cepat padam sehingga tidak meluas. Memang yang dikhawatirkan para pedagang kalau apinya merembet," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Sementara itu, Senin (3/9/2012) siang si jago merah juga melalap ratusan kios di pasar tradisional Talun Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Tiupan angin kencang dan minimnya mobil kebakaran yang datang membuat api cepat membesar dan melalap ratusan kios yang berada di lereng Gunung Merapi itu.
Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.45 wib. Titik (50), pedagang setempat mengatakan, dirinya melihat bumbungan api dari kios tengah. Pedagang menjadi panik dan langsung berhamburan minta tolong. Di tengah-tengah kepanikan, pedagang masih terus berusaha menyelamatkan barang-barang dagangan.
"Tahu-tahu api sudah membumbung tinggi dari kios di bagian tengah, kami hanya bisa berteriak panik dan berusaha menyelamatkan diri serta barang dagangan," kata Titik yang memiliki dagangan berupa barang kelontong.
Kepala Polres Magelang AKBP Wibowo Guritno mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun, polisi terus berupaya melakukan penyelidikan. "Kita juga sudah menginformasikan ke labfor Semarang untuk ditindak lanjuti," katanya.
Menurut Kapolres, informasi yang diterima, api berasal dari bagian tengah dimana di tempat itu banyak pedagang berjualan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti kain, plastik dan semacamnya. Selain itu kios banyak dibuat dari kayu sehingga mudah terbakar. Pihaknya menurunkan petugas untuk membantu memadamkan api serta mengamankan barang dagangan agar tidak ada penjarahan.
Kerugian diduga mencapai milliaran rupiah dalam kebakaran pasar seluas 9.976 meter persegi tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang