Dua Hari, Dua Pasar Kebakaran di Magelang

Kompas.com - 04/09/2012, 09:28 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Rentang dua hari, terjadi kebakaran dua pasar tradisional di Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Minggu (2/9/2012) petang, kebakaran menimpa Pasar Borobudur, Kabupaten Magelang. Api membakar dua warung makan yang terletak bersebelahan di sisi selatan pasar tersebut. Beruntung, api yang sudah membesar berhasil dipadamkan warga sekitar sebelum sempat merembet ke kios yang lain.

Penyebab kebakaran warung milik Mbok Mul (70) dan Mbak Pur (40) itu diduga berasal dari api tungku di antara dua warung yang lupa dimatikan pemiliknya sebelum pulang sore harinya. Menurut Endang mujiwati, Wakil Kepala Pasar Borobudur, di pasar tersebut terdapat sekitar 800-an kios dan los. Dirinya juga sempat khawatir kebakaran meluas. "Untung saja api cepat padam sehingga tidak meluas. Memang yang dikhawatirkan para pedagang kalau apinya merembet," katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Sementara itu, Senin (3/9/2012) siang si jago merah juga melalap ratusan kios di pasar tradisional Talun Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Tiupan angin kencang dan minimnya mobil kebakaran yang datang membuat api cepat membesar dan melalap ratusan kios yang berada di lereng Gunung Merapi itu.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.45 wib. Titik (50), pedagang setempat mengatakan, dirinya melihat bumbungan api dari kios tengah. Pedagang menjadi panik dan langsung berhamburan minta tolong. Di tengah-tengah kepanikan, pedagang masih terus berusaha menyelamatkan barang-barang dagangan.

"Tahu-tahu api sudah membumbung tinggi dari kios di bagian tengah, kami hanya bisa berteriak panik dan berusaha menyelamatkan diri serta barang dagangan," kata Titik yang memiliki dagangan berupa barang kelontong.

Kepala Polres Magelang AKBP Wibowo Guritno mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun, polisi terus berupaya melakukan penyelidikan. "Kita juga sudah menginformasikan ke labfor Semarang untuk ditindak lanjuti," katanya.

Menurut Kapolres, informasi yang diterima, api berasal dari bagian tengah dimana di tempat itu banyak pedagang berjualan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti kain, plastik dan semacamnya. Selain itu kios banyak dibuat dari kayu sehingga mudah terbakar. Pihaknya menurunkan petugas untuk membantu memadamkan api serta mengamankan barang dagangan agar tidak ada penjarahan.

Kerugian diduga mencapai milliaran rupiah dalam kebakaran pasar seluas 9.976 meter persegi tersebut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau