Lenovo Siap Akuisisi Perusahaan "Smartphone"

Kompas.com - 04/09/2012, 09:57 WIB

lenovo Ponsel Lenovo LePhone K800

KOMPAS.com - Perusahaan komputer Lenovo menyatakan niatnya untuk serius berbisnis di kancah smartphone. Untuk meraih sukses itu, Lenovo sedang mempertimbangkan untuk melakukan akuisisi.

"Kami sepenuhnya akan memanfaatkan alat ini (akuisisi-red) jika targetnya konsisten dengan strategi kami, " kata CEO Lenovo Yang Yuanqing kepada Bloomberg, Senin (3/9/2012). "Jika bisnis itu konsisten dengan strategi kami, dan jika kami lemah di bisnis itu, kami akan mempertimbangkan akuisisi."

Selain akuisisi, Lenovo akan membuat strategi bisnis yang sangat berbeda dari perusahaan kompetitor, seperti Apple yang hanya mengandalkan iPhone.

Perusahaan asal China ini akan membanjiri pasar dengan beragam pilihan. Lenovo bakal meluncurkan 40 model smartphone baru dalam waktu 12 bulan, dan telah dimulai sejak April 2012.

"Kami akan memiliki beberapa model untuk menutupi kesenjangan harga yang berbeda. Kami akan memiliki portofolio, produk yang jauh lebih luas. Siklus pengembangan kami akan jauh lebih cepat daripada pesaing kami."

Unit bisnis smartphone Lenovo sampai saat ini sebenarnya masih merugi. Namun, Yuanqing optimis bisnis smartphone akan membawa untung dalam waktu 6 bulan ke depan.

"Bisnis perangkat mobile seperti tablet dan smartphone, sangat penting untuk prospek panjang, mengingat menurunnya permintaan PC global," kata Vincent Chen, seorang analis dari Yuanta Securities Co di Taipei, Taiwan.

Meski demikian, laba kuartal pertama Lenovo di tahun ini naik 30% menjadi 141.400.000 dollar AS. Jumlah ini melampaui perkiraan para analis.

Berkaca dari sukses di China, yang berhasil menyalip Apple

Lenovo mulai berjualan ponsel di China sejak 2 setengah tahun lalu. Pada kuartal pertama tahun ini, Lenovo masih menduduki posisi 7 untuk pangsa pasar di China.

Hingga pada kuartal dua, Lenovo mengklaim telah menempati peringkat dua untuk penjualan smartphone di China. Ini berarti, Lenovo berhasil menyalip Apple. China sangatlah penting bagi kedua perusahaan, karena negara ini merupakan pasar perangkat mobile terbesar di dunia.

Setelah sukses di China, Lenovo akan berjualan smartphone di Indonesia, Filipina dan India. Yuanqing berpendapat, bisnis smartphone akan sangat menguntungkan di "beberapa tempat."

Sukses berkat akusisi

Analis Geng Yang dari BOCI Research berkomentar, akuisisi adalah "strategi kunci" Lenovo untuk sukses di bisnis smartphone. Target perusahaan yang akan diakuisisi, menurutnya, bisa jadi berasal dari Eropa, Amerika Utara atau bahkan perusahaan Jepang.

Akuisisi, memang jadi andalan Lenovo untuk menggeluti sebuah unit bisnis dan meraih untung. Setelah mengakuisisi unit bisnis komputer pribadi (PC) Intenational Business Machines (IBM) pada 2005, Lenovo sukses meningkatkan bisnis PC dan laptop.

Aksi korporat selanjutnya yang mengakuisisi Medion AG, kemudian Essen (pembuat PC asal Jerman), dan unit bisnis PC NEC asal Tokyo, berhasil meningkatkan penjualan PC dan laptop Lenovo. Penjualan tahun lalu yang berakhir pada 31 Maret 2012, meningkat 37% menjadi 29,6 miliar dollar AS.

Data lembaga riset Gartner pada Juli mencatat, Lenovo berada di peringkat dua dalam pangsa pasar komputer global dengan raihan 14,7%. Sementara posisi pertama masih ditempat Hewlett-Packard sebesar 14,9%.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau