Jelang pon xviii

Pengerjaan Venues PON "Kejar Setoran"

Kompas.com - 04/09/2012, 17:53 WIB

PEKANBARU, Kompas.com - Pengerjaan wisma atlet PON XVIII Riau di "Sport Center" Rumbai, Pekanbaru terus dikebut dengan melibatkan ratusan pekerja yang bekerja siang dan malam. "Ada 400 pekerja yang terus bekerja dari pagi sampai larut malam," kata Pengawas Lapangan, M Safwan,  Selasa.
    
Pengerjaan dua bangunan wisma atlet sampai kini masih mengerjakan fisik bagian dalam. Sedangkan, pengerjaan taman dan jalan masih berupa tanah.
    
Ratusan pekerja tampak mengerjakan pemasangan lantai keramik, jendela dan pintu, plafon dan pemasangan pendingin ruangan (AC). Mebeler seperti lemari, tempat tidur dan meja rias sudah terlihat sudah disiapkan dibeberapa kamar.
    
Secara keseluruhan, wisma atlet belum bisa dihuni karena pengerjaan belum rampung. Layanan listrik dari PLN dan air dari PDAM juga belum ada. Wisma atlet di Sport Center Rumbai terdiri dari dua bangunan untuk atlet pria dan wanita. Setiap gedung terdiri dari tiga lantai dan seluruhnya terdapat 180 kamar yang bisa ditempati masing-masing dua orang.
    
"Targetnya pengerjaan fisik akan berlangsung sampai besok tanggal 5 September, kalau secara fungsional bangunan ini kami harap sudah bisa dihuni," tuturnya.
    
Menurut dia, kontraktor hanya punya waktu sehari untuk membersihkan seluruh kamar dan ruangan gedung sebelum para atlet mulai menempatinya pada tanggal 7 September.
    
Ia menjelaskan, pembangunan wisma atlet sempat mengalami kendala karena masalah sengketa lahan dengan Universitas Riau. Karena itu, meski kontrak pengerjaan dimulai sejak 15 Desember 2011, namun pekerja baru mulai membangun pada Januari. "Kendala sengketa lahan dan administrasi membuat pengerjaan molor sampai dua bulan," katanya.
    
Ia mengatakan, kendala-kendala tersebut membuat kontrak pengerjaan dengan PT Adhi Karya beberapa kali diperpanjang. Sesuai kontrak awal, seharusnya pengerjaan selesai tanggal 2 Juli 2012, namun akhirnya diperpanjang hingga 26 Agustus dan terakhir diperpanjang lagi sampai 30 September.
    
Sejumlah pekerja mengatakan mereka bekerja sampai larut malam, bahkan ada pekerja yang bertugas sampai 24 jam. Rata-rata pekerja mulai beraktivitas sejak jam 08.00 WIB hingga dini hari pukul 05.00 WIB.
    
"Semuanya serba dikebut, tapi ya jangan tanya kualitasnya bakal bagus karena yang penting barangnya jadi," tukas Pongki, pekerja bagian pemasangan lantai keramik.

Ia mengatakan, pemasangan keramik kemungkinan baru akan selesai pada tanggal 6 September.
"Lantai tiga belum dipasang keramik sama sekali," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau