Bursa Calon Masih Sepi, DIY Dukung Djoko Santoso

Kompas.com - 05/09/2012, 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai Rabu (5/12/2012) bursa pencalonan ketua umum PBSI masih sepi. Sejauh ini baru nama mantan juara dunia Icuk Sugiarto yang sudah diterima panitia. Icuk mencalonkan diri atas nama Pengurus Provinsi DKI.

Sementara itu, Pengpov Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengusung nama Ketua Umum Djoko Santoso untuk dijagokan kembali pada Musyawarah Nasional PBSI di Yogyakarta tanggal 20-22 September mendatang.

Dukungan kepada Djoko disampaikan Ketua Pengprov DIY Koesdarto. Menurut Koesdarto, meski dalam kepimpinan Djoko Santoso, prestasi bulu tangkis tidak gemilang bahkan gagal total di olimpiade, masih ada pertimbangan lain yang membuat Djoko pantas dimajukan lagi.

Pada olimpiade London 2012, untuk pertama kalinya sejak 1992 bulu tangkis gagal menyumbang emas. Bahkan tak satu keping medali pun yang berhasil dibawa.

Yang lebih memalukan, pemain Indonesia terlibat skandal pengaturan hasil pertandingan yang membuat BWF mendisklualifikasi pemain Indonesia.

"'Kita juga prihatin dengan kegagalan itu. Tapi, toh pak Djoko juga sudah secara jantan mengakui dan bertanggungjawab atas kegagalan ini," kata Koesdarto.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau