Hujan Buatan untuk Jambi

Kompas.com - 05/09/2012, 17:09 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Maraknya kebakaran lahan dan hutan yang menyebabkan kabut asap di wilayah Jambi sudah mengkhawatirkan. Penaburan garam untuk menciptakan hujan buatan mulai berlangsung Kamis (6/9/2012) besok.

Hujan buatan itu dilakukan untuk mengatasi kabut asap dan kebakaran hutan di Jambi, agar tidak mengganggu pelaksanaan PON Riau, ujar Zubaidi AR , Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Rabu (5/9/2012).

Dijelaskannya, proses penaburan garam ini sebagai bagian dari proses kimia hujan buatan yang akan dilakukan tim dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Garamnya sudah tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi sebanyak 10 ton. Kami juga sudah siapkan posko , sebutnya.

Menurut Zubaidi, pemerintah pusat sudah menyetujui permohonan pembuatan hujan buatan yang diajukan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. "Karena titik panas di Jambi masih terus ada, akan menganggu aktiv itas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi," tuturnya.

Zubaidi melanjutkan, penaburan akan dimulai pada Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat, karena lokasinya berdekatan dengan Provinsi Riau.

Garam yang ditebar sebanyak 2,5 ton per hari, dan apabila masih kurang akan didatangkan lagi dari Jakarta. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau