TANGERANG, KOMPAS.com - Penyusutan permukaan air Sungai Cisadane, dari 12,50 meter menjadi 10,80 meter, membuat pasokan air di empat irigasi ke Kabupaten Tangerang terganggu.
Debit air di masing-masing aliran irigasi, menurun tajam hingga 80 persen dibandingkan dengan kondisi normal.
"Jika pada kondisi normal debit air yang masuk dan mengalir ke saluran irigasi bisa mencapai 10-11 kubik, sekarang tinggal dua kubik," papar Hadli, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Barat Laut Pengairan Kabupaten Tangerang kepada wartawan, Rabu (5/9/2012) ini.
Hadli menjelaskan, empat aliran irigasi bersumber dari Sungai Cisadane itu adalah irigasi barat, barat laut, utara, dan selatan. Aliran irigrasi ini dimanfaatkan warga untuk pertanian, mandi, cuci, kakus (MCK).
Sebagaimana diberitakan, Kepala Seksi Pembangunan Perencanaan Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Binamarga Kabupaten Tangerang, Suwardi, mengatakan, kekeringan akibat kemarau panjang terjadi di 11 kecamatan dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang