Kemarau

Air Sungai Cisadane Menyusut, Pelanggan PDAM Terancam

Kompas.com - 06/09/2012, 16:21 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Pasokan air baku untuk produksi air bersih kepada pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, awal pekan ini mulai terganggu menyusul penyusutan permukaan air sungai Cisadane.

Berkruangnya volume air baku mengakibatkan 8.000 pelanggan di Kecamatan Teluk Naga tidak telayani air bersih. Penyusutan produksi ini pun akan mengancam produksi air bersih untuk 106.000 pelanggan, dan suplai air curah untuk DKI Jakarta.

"Karena air baku enggak ada, instalasi air bersih di Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) di Bojong Renged, Teluk Naga tidak punya kemampuan memproduksi air," kata Direktur Utama PDAM TKR, Rusdi Machmud, Kamis (6/9/2012) di Tangerang.

Menurut Rusdi, jika kondisi kemarau masih akan memanjang tidak menutup kemungkinan produksi air bersih di IPA Cikokol dan IPA Serpong, ikut terganggu.

"Di dua IPA ini, memproduksi air bersih untuk 90.000 pelanggan dan curah untuk DKI Jakarta," jelas Rusdi.

Sebagaimana diberitakan Kompas, dampak kemarau panjang mengakibatkan permukaan air sungai Cisadane menyusut hingga 10,80 meter dari kondisi normal 12,50 meter.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau