Demam PON di Riau Terusik

Kompas.com - 07/09/2012, 05:57 WIB

Pekanbaru, Kompas - Kemelut dan penggenjotan pembangunan arena Pekan Olahraga Nasional 2012 bergeser pada keceriaan pawai obor di Riau, Kamis (6/9). Namun, napas lega itu terusik oleh lepasnya satu panel kaca di stadion tenis dan mencederai dua pekerja dan satu petugas keamanan.

Kemarin petang, tak berselang lama dari kemeriahan pawai obor PON di Pekanbaru, Riau, satu panel kaca kanopi di gerbang masuk arena tenis PON lepas dan jatuh. Arena yang sudah rampung Agustus lalu dan tinggal menyisakan pekerjaan perapian lingkungan itu terletak di kompleks perkantoran PT Perkebunan Nusantara V.

Panel berukuran 6 meter x 10 meter itu pun menimpa mobil Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Sumatera Utara yang diparkir di bawahnya. ”Untung dua orang yang naik mobil sudah masuk dan berada di dalam ketika mobilnya tertimpa kanopi,” ujar ketua delegasi teknis, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pelti, Ferry Raturandang.

Namun, kecelakaan itu tak ayal mencederai dua pekerja perusahaan kontraktor yang membangun stadion tenis dan satu petugas keamanan PT Perkebunan Nusantara V.

”Dua pekerja itu tengah memasang lampu di bawah kanopi. Tangan mereka terluka kena pecahan kaca tebal. Demikian juga petugas keamanan,” ujar Ferry yang bertugas memastikan kelayakan arena tenis. Ketiga korban pun segera dilarikan ke rumah sakit TNI AU untuk dirawat.

Kemarin sore, Pekanbaru yang dalam beberapa hari terakhir diselimuti asap tipis dilanda hujan deras dan angin kencang. Cuaca buruk itu diduga menyebabkan panel kanopi lepas. ”Ada masalah teknis dalam kejadian itu. Mungkin atap kaca itu terlalu berat sehingga tak dapat disangga oleh tiangnya. Untung, kejadian ini sama sekali tak mengganggu lapangan. Pertandingan tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal,” kata Kirno, panitia pelaksana pertandingan tenis PON Riau.

PON 2012 Riau akan dimulai 9 September mendatang dan berakhir pada 20 September. Pekan ini, semua arena sudah bisa digunakan dan para pekerja tengah berkonsentrasi merapikan lingkungan venue, menuntaskan detail pekerjaan, seperti memasang lampu dan mengecat pagar, serta membersihkan limbah pembangunan yang berserakan di pelataran dan halaman stadion.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Emrizal Pakis menandaskan, semua arena sudah siap pakai. ”Kami menerima semua kritik media selama ini tentang kekurangan persiapan PON. Itu kami pakai sebagai bahan masukan untuk memperbaiki yang kurang. Hari ini kami yakinkan semua insan olahraga Indonesia, semua venue sudah siap dipakai,” ujar Emrizal.

Kemarin, lapangan futsal yang dikhawatirkan tidak akan selesai juga sudah bisa digunakan. Hal yang sama terjadi pada lapangan tembak, meski para pekerja masih harus merapikan beberapa kekurangan.

Ribuan atlet

PON Riau akan diikuti sekitar 7.000 atlet dan 2.700 ofisial dari 33 provinsi. Penyelenggara juga mengundang 2.312 tamu dan 1.221 wartawan. Pembukaan PON yang digelar pada 11 September akan didukung sekitar 5.000 pengisi acara.

Di Pekanbaru, sebagian peserta sudah datang dan diperkirakan puncak kedatangan akan berlangsung hari ini. Sebagian atlet ditempatkan di enam wisma yang tersebar di kampus Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Lancang Kuning, rusunawa pekerja, dan Kompleks Gelanggang Olahraga Tuanku Tambusai, Rumbai. Seluruhnya terdiri atas 700 kamar.

Setiap kamar dilengkapi penyejuk udara. Kondisi wisma di kampus relatif sama. Di kompleks Universitas Lancang Kuning, kamar mandi terletak di luar kamar dan satu kamar mandi dipakai bersama untuk penghuni tiga kamar. Namun, setiap kamar di wisma kompleks Tuanku Tambusai dilengkapi kamar mandi.

Dari Kabupaten Siak, Wakil Ketua Sub-PB PON Bidang Akomodasi Amin Budyadi mengungkapkan, semua atlet dan ofisial yang berjumlah 618 orang tinggal di hotel dan wisma. ”Seluruh kamar atlet dan ofisial memiliki AC,” ujar Amin.

Adapun ofisial untuk cabang olahraga balap sepeda, sepatu roda, dan kempo ditempatkan di rumah-rumah dinas pejabat di Kota Siak. Selain itu, para pendukung dan penggembira ditempatkan di rumah penduduk atau homestay. ”Meski homestay, seluruhnya kami pilih yang memiliki AC. Insya Allah, penginapan seluruh kontingen di Siak mencukupi standar yang ditetapkan PB PON,” kata Amin.

Menurut Chairul Riski dari Humas PB PON, PB PON memesan 6.500 kamar untuk seluruh kontingen. Sebanyak 4.000 kamar terdapat di Pekanbaru, untuk keperluan atlet dan ofisial 27 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Di luar keperluan atlet dan ofisial, hampir semua kamar hotel di Pekanbaru telah habis dipesan tamu acara PON. Harga kamar juga melambung. Pesanan kamar hotel berbintang sampai kelas melati, untuk 9-12 September, habis terjual. Tarif Hotel Aryaduta (bintang empat), yang biasanya masih Rp 500.000 untuk kamar standar, melejit sampai Rp 1.100.000.

Hotel-hotel kelas melati dan bintang satu, yang biasanya Rp 150.000 sampai Rp 200.000, melonjak sampai Rp 400.000-Rp 500.000.

Pawai obor

Kemarin siang, demam perhelatan olahraga terbesar nasional itu melanda Pekanbaru, ditandai menyemutnya warga menonton arak-arakan api PON yang juga akan dibawa ke seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu. Ribuan murid berdiri di pinggir jalan yang dilalui kendaraan pembawa api PON saat mengitari kota Pekanbaru.

Mereka melambai-lambaikan bendera Merah Putih kertas saat iring-iringan pembawa api PON melintas. Api PON berasal dari api abadi sumur minyak tertua di Riau, yang diambil Gubernur Riau Rusli Zainal dan Ketua KONI Tono Suratman. ”Mari kobarkan semangat PON ke seantero Riau,” ucap Rusli Zainal pada acara pengambilan api.

Penjualan tiket masuk acara pembukaan PON pada 11 September mendatang juga mendapat apresiasi masyarakat. Menurut Dheni Kurnia, penanggung jawab penjualan tiket, lebih dari 1.000 tiket sudah terjual pada hari pertama, kemarin.

”Padahal, kami baru menjual tiket Kamis siang tadi, dan baru ada pada satu tempat saja. Mulai Jumat ini ada sembilan lokasi penjualan tiket. Kami yakin, semua tiket akan ludes terjual,” ujar Dheni.

PB PON menyediakan 35.000 tiket untuk acara pembukaan yang akan dimeriahkan dengan pesta kembang api, diisi tarian kolosal dan menghadirkan artis Agnes Monica. Sebanyak 20.000 tiket di antaranya disebarkan dalam bentuk undangan dan sisanya, 15.000 lembar, dijual kepada masyarakat.

Harga tiket termurah di kelas tribune Rp 100.000, kelas perunggu Rp 250.000, kelas perak Rp 500.000, dan kelas emas Rp 1.000.000. Tiket termahal adalah kelas platinum seharga Rp 2.000.000, tetapi hanya dicetak sebanyak 200 lembar.

Kota Pekanbaru juga bersolek dengan umbul-umbul, spanduk, baliho, dan berbagai ornamen lain. (SAH/OKI/HLN/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau