Jepretan Lumia 920 Diduga Palsu Juga

Kompas.com - 07/09/2012, 17:44 WIB

Spencer Platt/Getty Images/AFP Nokia Lumia 920 (kiri) and Lumia 820.

KOMPAS.com - Setelah tersandung video iklan yang sedikit menipu, Nokia kembali dikritik.

Pada saat peluncuran Lumia 920, Nokia memamerkan beberapa foto yang diambil dengan memanfaatkan fitur Optical Image Stabilization (OIS). Senasib dengan video iklan OIS, foto ini dicurigai tidak diambil dengan menggunakan Lumia 920, melainkan dengan kamera DSLR!

Tuduhan kebohongan yang telah disebutkan di atas muncul di sebuah blog bernama Sefsar. Blog tersebut diasuh oleh Youssef Sarhan.

Menurut Sarhan, foto yang dipamerkan oleh Nokia diambil di Helsinki, Finlandia.

Kecurigaan Sarhan muncul setelah melihat hasil foto yang diklaim diambil dari Lumia 920. Dari foto tersebut, terlihat gambar lampu yang terlihat seperti bunga api (sparkle). Teknik untuk mengambil gambar bunga api tersebut disebut sebagai "Diffraction".

Menurut Sarhan, untuk mendapatkan gambar sparkle ini dibutuhkan sebuah kamera dengan aperture lensa f/22, seperti yang dimiliki oleh kamera DSLR. Sedangkan kamera Lumia 920 memiliki aperture hanya f/2.
nokia-ois-2

(gambar: sefsar)

Kemudian, Sarhan memperlihatkan sebuah foto lain yang juga diklaim diambil dengan menggunakan Lumia 920. Dari foto di bawah ini, terlihat lampu yang ada di belakang model tidak tampak seperti bunga api. Kemungkinan besar, gambar ini memang benar diambil oleh Nokia Lumia 920.


nokia-ois-3

(gambar: sefsar)

Foto di bawah ini menguatkan kecurigaan Sarhan. Seorang pengguna Hacker News dengan nickname exDM69 mengirimkan sebuah foto yang diambil oleh temannya. Model yang ada di gambar ini terlihat sama dengan foto yang dipamerkan oleh Nokia. Bahkan, pakaian yang digunakan pun sangat mirip.

nokia-ois-4

Kamera DSLR terlihat pada bagian yang dilingkari merah. (gambar: sefsar)

Dari gambar tersebut, terlihat set lighting yang sangat baik. Pada bagian kiri pun, terlihat adanya kamera DSLR. Mungkinkah foto iklan Lumia 920 diambil dengan menggunakan DSLR?

Hingga saat ini, Nokia masih belum memberikan konfirmasi mengenai berita seputar hal ini.

Kemarin, Nokia secara resmi meminta maaf atas video demo salah satu fitur Lumia 920. Video tersebut mendapatkan banyak kritikan karena diambil bukan dengan menggunakan Lumia 920, melainkan dengan kamera video umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau