Di Jakarta, Politik Uang Tak Lagi Menarik

Kompas.com - 07/09/2012, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun ini memunculkan fenomena baru di mana praktik politik uang sebelum pemungutan suara mulai ditinggalkan. Praktik seperti ini dianggap tidak efektif memengaruhi calon pemilih.

Deputi Koordinator ICW Ade Irawan mengatakan, selama ini praktik "serangan fajar" atau bagi-bagi uang menjelang pemungutan suara menjadi salah satu "bumbu wajib" dalam setiap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

ICW menduga bahwa cara ini tak lagi dianggap efektif mengatrol perolehan suara bagi calon kepala daerah. "Mungkin timses lebih memilih gunakan pendekatan berbeda melalui program-program populis," kata Ade dalam diskusi "Pemetaan Kritis dan Solusi atas Praktek Korupsi Pemilu di Pilkada DKI Jakarta" di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2012).

Poin serupa dikemukakan oleh peneliti CSIS, Phillips Vermonte. Ia menilai hasil putaran pertama Pilkada DKI Jakarta sudah membuktikan penggunaan politik uang tidak efektif dalam meningkatkan suara kandidat.

"Yang diduga paling banyak keluarkan dana politik uang justru tidak bisa meraih suara terbanyak. Ini bukti politik uang tidak efektif untuk memobilisasi dukungan suara," ujar Phillips.

Dalam diskusi tersebut, ICW menyampaikan temuan mengenai banyaknya pelanggaran terutama politisasi birokrasi untuk mendukung kemenangan calon tertentu. Bentuk-bentuk politisasi birokrasi yang ditemukan antara lain dalam bentuk intimidasi terhadap guru-guru SMA, pemberdayaan perangkat kelurahan, dan penggunaan sumber daya milik negara, terutama anggaran untuk kepentingan pilkada.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau