Kunjungan Turis ke Kawah Ijen Menurun

Kompas.com - 08/09/2012, 17:14 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - Kunjungan wisata ke Kawah Gunung Ijen yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso-Banyuwangi, Jawa Timur, menurun selama tahun 2012.

"Turunnya jumlah wisatawan mancanegara dan domestik ke Kawah Ijen karena status gunung api tersebut naik dari normal ke waspada hingga siaga, selama beberapa bulan terakhir," kata Kepala Bidang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur di Jember, Sunandar Trigunajasa, Sabtu (9/9/2012).

Kawah Ijen memiliki ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tahun lalu jumlah pengunjung di Kawah Ijen sebanyak 16.438 wisatawan, sedangkan tahun ini hanya sebanyak 2.721 wisatawan mancanegara (wisman) dan domestik.

Menurut Sunandar naiknya status Kawah Ijen sejak Desember 2011 merupakan rekor terlama, sehingga pihaknya harus menutup objek wisata yang eksotis tersebut, apabila statusnya meningkat menjadi Siaga.

"Kawah Ijen merupakan kawasan BKSDA Jatim yang lebih banyak dikunjungi wisman dibandingkan wisatawan domestik, dan hampir tiap tahun jumlah kunjungan meningkat karena keindahan kawah yang dapat berubah warna itu," paparnya.

Ia menjelaskan status Gunung Ijen masih waspada dan belum kembali ke status normal, namun pihaknya membuka jalur pendakian secara terbatas sejak Juni 2012.

"Jalur pendakian dibuka secara terbatas, sehingga wisatawan tidak boleh mendekat ke kawah Ijen dengan radius 1 kilometer demi keselamatan mereka," tuturnya.

Ia mengatakan pembukaan jalur pendakian ke Kawah Ijen tersebut sudah mendapat rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, dengan syarat batas pendakian 1 kilometer dari bibir kawah.

"Petugas BKSDA juga disiagakan di jalur pendakian Ijen untuk mengantisipasi pendaki yang nekat ke Kawah Ijen, namun masih saja ada yang memaksa mendekat ke kawah. Petugas tetap melarang mereka," katanya, menambahkan.

PVMBG merekomendasikan agar wisatawan tidak mendekati kawah yang berada di puncak Ijen dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif dan kawasan itu harus steril dari aktivitas warga karena masih berpotensi mengeluarkan gas beracun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau