Anomali Italia pada Pertarungan Perdana

Kompas.com - 09/09/2012, 02:58 WIB

SOFIA, SABTU - Semua tim raksasa sepak bola Eropa memanen kemenangan pada laga perdana kualifikasi Piala Dunia 2014 Brasil, kecuali Italia. Juara dunia empat kali ini tertahan 2-2 di kandang Bulgaria. Melempem di awal, itu cerita lama Italia dan jadi anomali di kalangan tim-tim raksasa Eropa.

Pada laga perdana kualifikasi Piala Dunia (PD) 2014 zona Eropa, Jumat (7/9) atau Sabtu dini hari WIB, tim-tim raksasa Eropa memetik kemenangan perdana. Inggris melibas Moldova 5-0 (Grup H), Jerman menekuk Kepulauan Faroe 3-0 (Grup C), Perancis memukul Finlandia 1-0 (Grup I), dan Belanda menundukkan Turki 2-0 (Grup D).

Italia datang ke di Stadion Vasilij Levski, Sofia, dengan status finalis Piala Eropa 2012 saat tampil di Grup B. Namun, status itu memudar. Mereka tak berkutik dipermainkan tuan rumah yang lebih bernaluri menyerang.

 

 

Tim asuhan Cesare Prandelli kebobolan dulu oleh tendangan keras Stanislav Manolev dari luar kotak penalti, menit ke-30. Italia sempat kelihatan bangkit melalui dua gol balasan hanya dalam rentang empat menit oleh striker kelahiran Argentina, Pablo Osvaldo (menit ke-36 dan ke-40).

 

Menit ke-66, Georgi Milanov menyamakan 2-2 untuk Bulgaria. ”Bulgaria pantas mendapat seri. Kami bahkan beruntung tidak menderita lebih lama setelah 20 menit terakhir yang hidup,” kata Gianluigi Buffon, kiper Italia.

”Menurut sejarah, kami selalu tertatih-tatih pada laga-laga awal babak kualifikasi. Ketika Anda kesulitan di lapangan, itu berarti Anda kehilangan kesabaran. Bulgaria membuktikan mereka benar-benar tim bagus. Namun, cara kami bermain juga membuat mereka tampil percaya diri.”

Peringatan Buffon itu dimaksudkan agar timnya tidak meremehkan tim-tim lawan lainnya. Selain lawan Bulgaria, tim ”Azzurri” bersaing dengan Denmark, Ceko, Armenia, dan Malta untuk memperebutkan satu tiket lolos otomatis ke PD 2014 Brasil.

Prandelli menerapkan formasi 3-5-2 dengan menempatkan Sebastian Giovinco di belakang striker Pablo Osvaldo. Dari dua gol Bulgaria yang diceploskan ke gawang mereka, terlihat kelemahan saat mendapat serangan cepat.

Gol Manolev dan Milanov diciptakan dari area di bawah kontrol playmaker Andrea Pirlo. Pemain yang tampak berewok ini terlambat menutup ruang hingga dua pemain Bulgaria itu leluasa melepaskan tembakan keras.

Selasa depan, Italia menjamu tim lemah Malta di Modena. Dari laga tim lain, Pelatih Fabio Capello mengawali dengan baik saat Rusia memukul Irlandia Utara 2-0. Portugal menang 2-1 di kandang Luksemburg. Juara bertahan Spanyol masih akan menjalani laga perdana, Selasa lusa, di kandang Georgia.

Argentina ke puncak

Di zona Amerika Selatan, Argentina melambung ke puncak klasemen sementara setelah memukul Paraguay 3-1. Ini kemenangan pertama atas Paraguay di kandang pada kualifikasi Piala Dunia setelah 39 tahun.

Pemain Terbaik Dunia, Lionel Messi, menjadi inspirator kemenangan tim ”Tango”. Selain mencetak satu dari tiga gol itu lewat tendangan bebas yang menawan, ia juga dua kali melepaskan tembakan yang mengenai gawang. Dua gol lain dicetak Angel Di Maria dan Gonzalo Higuain.

 

Jika Argentina memiliki Messi, Kolombia mempunyai ikon pada striker Falcao. Ia membuka kemenangan telak 4-0 atas Uruguay lewat gol perdana di menit ke-2, yang disusul dua gol Teofilo Gutierrez dan Juan Zunga.

Di zona CONCACAF, terjadi kejutan saat Amerika Serikat takluk 1-2 dari Jamaika. Hasil itu berbeda dari Meksiko yang menang 2-0 di kandang Kosta Rika. (AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau