Inefisiensi Anggaran Pendidikan Belum Teratasi

Kompas.com - 10/09/2012, 08:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Alokasi dana pendidikan tahun 2013 mencapai Rp 331,8 triliun. Namun, anggaran banyak untuk proyek tak produktif yang tak sebanding dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Kenyataannya, publik menikmati kurang dari 30 persen total alokasi anggaran pendidikan. Demikian Direktur Institute for Development of Economics and Finance Enny Sri Hartati di Jakarta, Minggu (9/9).

Manfaat yang langsung dinikmati, antara lain, lewat program penambahan kelas, perbaikan ruang kelas, bantuan operasional sekolah (BOS), dan pengadaan sarana-prasarana. Sisanya untuk program tak produktif yang intinya untuk kepentingan birokrasi, seperti rapat, sosialisasi, dan perjalanan dinas. ”Sebenarnya (20 persen anggaran pendidikan) bohong-bohongan. Yang dinikmati masyarakat sangat sedikit, yang melalui Kemdikbud saja,” kata Enny.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo, pekan lalu, menyatakan, anggaran pendidikan 2013 sebesar Rp 331,8 triliun adalah dana besar. ”Kadang tak didukung program kerja cukup. Kami tak ingin nanti dana itu jadi begitu besar karena pertumbuhan APBN tinggi, tapi program merealisasikannya tidak tinggi. Malah untuk yang kurang produktif,” ujarnya.

Dalam RAPBN 2013 dialokasikan Rp 331,8 triliun atau terbesar kedua setelah gaji pegawai pemerintah pusat dan daerah. Anggaran itu terdistribusi ke Kemdikbud dan Kementerian Agama, masing-masing Rp 66 triliun dan Rp 39 triliun. Sisanya terbagi-bagi. Sebanyak 18 kementerian dan lembaga pemerintah yang punya fungsi pendidikan dapat jatah. Pemda juga dapat lewat dana transfer untuk gaji PNS guru dan BOS daerah.

Anggaran pendidikan naik setiap tahun seiring menggelembungnya APBN. Pada 2011 anggarannya Rp 266,9 triliun, tahun 2012 Rp 310,8 triliun. (LAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau