Uang Muka Dibatasi, Penyaluran KTA Malah Melejit

Kompas.com - 10/09/2012, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Bank Indonesia (BI) menerbitkan surat imbauan tentang pelarangan penggunaan kredit tanpa agunan alias KTA sebagai uang muka untuk kredit pemilikan rumah (KPR) diyakini pelaku bisnis takkan menghambat pertumbuhan KTA itu sendiri.

ANZ Bank, misalnya. Seperti disampaikan, Luskito Hambali, Director of Consumer Finance ANZ, rata-rata KTA yang mengalir ke nasabah diperuntukkan kebutuhan renovasi rumah, biaya pendidikan, dan nikah.

"Ini tiga besar tujuan penggunaan KTA oleh nasabah kami," ujarnya, akhir pekan lalu.

Luskito bahkan menampik, penggunaan KTA untuk membantu nasabah memenuhi uang muka KPR atau kredit kendaraan bermotor. Manajemen, dia mengklaim, sadar risiko yang mengintai dari penyaluran kredit yang diberikan untuk keperluan kredit lainnya.

Sebetulnya, wacana bank sentral mengatur ketentuan ini terkait pertumbuhan KTA di beberapa bank yang sangat pesat. ANZ Bank sendiri mencatat outstanding KTA sampai akhir Agustus 2012 mencapai Rp 2 triliun dari total 70.000 nasabah. Itu berarti meningkat 66,% jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu yang hanya sebesar Rp 1,2 triliun.

“Pertumbuhannya memang tinggi, tetapi ini terkait pengalihan bisnis RBS sejak diakuisisi ANZ beberapa tahun lalu," imbuh Luskita.

Bank membantah

Sekadar informasi, KTA berkontribusi hingga 35% dari total bisnis konsumer perseroan. Kartu Kredit (KK) masih mendominasi. Adapun outstanding KTA diperkirakan mencapai Rp 2,2 triliun sampai akhir tahun atau naik 83,3% dari 2011 lalu.

Standard Chartered Indonesia juga gencar menyalurkan KTA. Hingga akhir semester pertama 2012, lini usaha KTA perseroan menyumbang 25% dari total kredit konsumer, dengan pertumbuhan rata-rata di atas 20% dalam lima tahun belakangan ini.

Ina Suwandi, General Manager Standard Chartered Bank Indonesia membantah adanya penyalahgunaan KTA.

"Karenanya, kami optimistis, bisnis KTA tidak akan terganggu. Toh, kebanyakan KTA digunakan nasabah untuk usaha dagang, nikah atau sekolah," tutur dia.

Pertumbuhan KTA di Bank CIMB Niaga juga melesat tinggi, yakni sebanyak 737% atau menjadi sekitar Rp 76 miliar ketimbang periode yang sama tahun lalu. (Christine Novita Nababan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau