Warga Kenali Korban Luka di Beji sebagai Anwar

Kompas.com - 10/09/2012, 21:36 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Warga mengaku sempat diperlihatkan sebuah foto korban luka ledakan di Beji, Depok, Jawa Barat. Pria itu kemudian dikenali sebagai Anwar, salah satu penghuni misterius yang rumahnya digerebek di kawasan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Senin (10/9/2012).

"Saya tadi didatangi polisi. Sempat ditanya-tanya sebentar dan ditunjukkan foto, gambar laki-laki kena luka bakar. Saya kenal itu mirip sama Anwar," ujar salah seorang warga, Iqbal, di lokasi kejadian, Senin sore. Iqbal adalah orang yang menyewakan rumah di Bojong Gede tersebut. Sejak enam bulan lalu, rumah itu ditempati oleh Anwar.

Menurut Iqbal, gambar pria dengan menghitam itu sangat mirip dengan Anwar jika dilihat dari tubuh dan rambutnya. "Polisi bilang itu korban di Beji yang sekarang ada di rumah sakit. Mirip sekali dengan Anwar," katanya.

Iqbal mengatakan, sudah sejak Sabtu (8/9/2012) pagi ia tak lagi melihat Anwar dan seorang pria penghuni rumah itu. Menurutnya, Anwar datang ke perkampungan terpencil itu sejak enam bulan lalu.

Anwar datang dibawa oleh Arif. Dengan dalih sedang mencari kontrakan, Arif pun mempertemukan Anwar dengan Iqbal. Akhirnya, kesepakatan didapat Anwar, kemudian ia tinggal di sana bersama seorang pria yang tidak diketahui identitasnya.

"Orang itu terus pulang kampung, kata Anwar. Terus ada lagi orang lain yang datang, saya enggak tahu siapa. Nah, dia yang tinggal terakhir sama Anwar. Tapi sejak Sabtu, saya sudah tidak lihat mereka," kata Iqbal.

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menggerebek sebuah rumah di RT 03 / RW 08, Kampung Warung Jambu, Desa Susukan, Bojong Gede, tersebut pada saat rumah itu kosong. Di lokasi kejadian, petugas menemukan berbagai macam benda-benda mncurigakan.

Selain menggerebek rumah itu, tim juga memboyong Arif Hidayat (31) yang diduga mengenal tiga pria misterius itu. Hingga kini Arif masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kota Depok.

Penggerebekan ini diduga terkait dengan kasus ledakan di rumah Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Nusantara Raya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2012) malam. Di dalam peristiwa itu, seorang pria mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Polisi menduga bahwa rumah itu dijadikan gudang persenjataan dan bahan peledak kelompok teror.

Berita terkait aksi teror dapat diikuti dalam topik "Teroris Solo" dan "Ledakan di Depok".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau