Elegan dan Dramatis dengan Hitam

Kompas.com - 11/09/2012, 12:41 WIB

KOMPAS.com - Membiarkan pintu utama rumah menampilkan guratan kayu alami merupakan hal biasa. Mengecatnya dengan warna putih juga sudah cukup sering dilakukan. Beda halnya dengan memilih warna hitam sebagai warna bagi pintu utama rumah Anda.

Hitam dapat membuat pintu utama rumah Anda tampak elegan dan dramatis. Warna hitam serasi dengan warna apapun sehingga ini membuatnya menjadi serba guna dan mudah diaplikasikan.

Namun, walaupun dapat serasi dengan warna apapun, memilih hitam sebagai pilihan dapat menjadi tantangan tersendiri. Warna hitam dapat "menyembunyikan" jalan masuk.

Selain itu, warna hitam juga dapat membuat rumah terasa terlalu gelap. Untuk menghindari "sisi gelap" dari pintu, berikut inspirasi beberapa contoh penggunaan warna hitam untuk pintu utama rumah:

Pintu hitam dengan eksterior ringan dan hangat

Salah satu cara yang baik dalam memadukan pintu berwarna hitam dengan rumah bergaya tradisional barat adalah dengan memadukan hitam dan eksterior berwarna "hangat". Dinding, lis, dan pintu garasi dicat menggunakan warna-warna lembut, ringan, dan terkesan hangat. Warna-warna ini akan berlawanan dengan warna hitam.

Pintu hitam dengan eksterior berwarna tegas dan hangat

Bukan hanya pintu utama, pintu garasi yang diwarnai hitam juga dapat tampak menakjubkan. Pintu garasi ini akan "berhadapan" langsung dengan warna-warna hangat dari bebatuan keemasan atau dinding merah maroon. Palet warna abu-abu nyaris hitam, abu-abu muda, dan merah maroon terasa hangat dan mengundang kekaguman.

Pintu hitam dengan eksterior gelap dan netral

Menyertakan pintu berwarna hitam pada rumah yang memang sudah didominasi warna gelap memerlukan sedikit "bantuan". Caranya, Anda bisa menggunakan lis berwarna putih di sekitar pintu. Warna-warna netral ringan lain juga dapat dipergunakan sebagai warna lis. Ini akan membantu pintu terlihat menonjol dari latar belakang yang sudah gelap.

Pintu hitam dengan nuansa warna lain

Pintu hitam akan sangat menonjol dan eye-catching, jika dikontranskan dengan warna-warna yang jauh lebih ringan. Di sisi lain, semakin gelap warna aksen pada atap pelana akan mengimbangi pintu besar berwarna hitam. Cobalah membuat efek lain dengan warna apapun seperti nuansa biru, hijau, atau warna netral lainnya.

Pintu hitam dengan eksterior ringan dan berkesan dingin

Selain dikontraskan dengan warna-warna hangat, pintu hitam dapat juga disandingkan dengan warna-warna yang terkesan "dingin". Pintu hitam, dengan lis berwarna putih, akan tampak menakjubkan, terutama jika dipadukan dengan latar belakang berwarna abu-abu kehijauan yang terkesan "dingin".

Pintu hitam dengan bata merah

Jika Anda memiliki rumah dengan aksen bata merah, jangan terburu-buru merasa, bahwa pilihan Anda mendekor rumah telah "dibatasi". Sebuah pintu utama berwarna hitam akan sangat serasi dengan aksen bata merah yang Anda pilih, terutama jika bata merah tersebut sedikit bernuansa hitam.

Palet yang terdiri dari warna hitam, biru kehijauan, dan bata merah akan menciptakan perpaduan menarik. Masing-masing warna akan menawarkan kontras maksimum tersendiri. Palet ini akan tampak menonjol dan cantik.

Pintu hitam dengan kuning klasik

Warna kuning akan memberi kesan menyenangkan. Tidak heran, warna ini menjadi salah satu warna pilihan untuk dinding rumah. Berikan sedikit "drama" pada warna kuning dengan menyertakan pintu hitam dan aksen yang mengkontraskan warna terang dan gelap.

Pintu hitam dan abu-abu

Memadukan warna hitam dengan abu-abu akan membuat rumah tampak modern dan canggih. Hitam, putih, dan abu-abu merupakan warna eksterior modern. Anda dapat menggunakan nuansa warna abu-abu manapun yang Anda suka.

(Sumber: http://www.houzz.com)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau