Transaksi global

Krisis Eropa Terus Tekan Perdagangan AS

Kompas.com - 12/09/2012, 02:38 WIB

WASHINGTON, SELASA - Krisis berkepanjangan di Eropa terus menggerus perdagangan Amerika Serikat. Defisit perdagangan AS naik sedikit pada Juli. Pertambahan defisit ini terjadi seiring penurunan ekspor ke Jerman, Perancis, dan negara Eropa lainnya. Selain itu, impor dari China juga mencapai rekor baru.

Demikian data perdagangan yang dikeluarkan Departemen Perdagangan AS di Washington, Selasa (11/9).

Defisit perdagangan bulanan meningkat tipis sebesar 42 miliar dollar AS dibandingkan dengan Juni yang sebesar 41,9 miliar dollar AS.

Para analis yang disurvei sebelum laporan ini keluar memperkirakan defisit yang terjadi lebih besar lagi, sekitar 44 miliar dollar AS.

Penurunan ekspor ke Eropa terkait erat dengan persoalan utang yang tidak kunjung selesai di Eropa. Ekspor AS ke 27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE) turun 11,7 persen pada Juli. Adapun ekspor ke Jerman mencapai titik terendah sejak Februari 2010. Defisit perdagangan AS dengan UE bulan Juli merupakan yang terbesar sejak Oktober 2007.

Namun, total ekspor AS masih mencapai 183,3 miliar dollar AS, turun hanya 1 persen dari rekor tertinggi Juni lalu. Selain itu, ekspor AS berupa makanan, pakan ternak, dan minuman dibantu oleh kenaikan harga biji-bijian yang melonjak.

Secara keseluruhan, impor AS turun 0,8 persen menjadi 225,3 miliar dollar AS. Penurunan harga minyak dunia membantu memangkas angka impor tersebut. Impor minyak dan perlengkapan industri lainnya berada pada titik terendah sejak akhir 2010.

Sementara itu, impor dari China justru mencapai rekor tertinggi hingga 37,9 miliar dollar AS. Kenaikan inilah yang menyebabkan defisit perdagangan AS dengan China mencapai rekor sebesar 29,4 miliar dollar AS.

Ekspor AS ke China yang telah menjadi salah satu pasar besar bagi produk AS hanya naik 0,4 persen pada Juli menjadi 8,6 miliar dollar AS.

Jangan abaikan

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Tianjin, China, Deputi Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Zhu Min mengatakan, risiko krisis utang yang terjadi di Eropa tidak boleh diabaikan. Pertumbuhan ekspor negara-negara di Asia juga akan melemah.

Zhu mengatakan, krisis utang Eropa akan berlangsung lama. Kemungkinan Eropa mengalami resesi kedua dalam tiga tahun terakhir akan menjadi berita buruk bagi ekonomi global.

”Kita jangan mengentengkan dampak negatif dari krisis Eropa terhadap seluruh dunia. Ini sangat penting,” ujarnya.

Dia mengatakan, IMF memperkirakan ada penurunan 1,5 persen hingga 2 persen pada perekonomian AS dan Jepang serta 1 persen pada aktivitas ekonomi China jika penurunan di Eropa masih terus terjadi.

Hari ini, Pengadilan Konstitusi Jerman akan tetap mengumumkan nasib dana talangan permanen, Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), yang menjadi salah satu obat krisis Eropa. Pengadilan akan memutuskan apakah Presiden Jerman Joachim Gauck dapat menandatangani ESM dan pakta fiskal Eropa menjadi undang-undang.

Sebelumnya ada beberapa anggota parlemen yang berpendapat ESM melanggar hukum Jerman sehingga mereka membawa ESM ke Pengadilan Konstitusi untuk menentukan apakah ESM melanggar undang-undang.

(AP/AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau