Afganistan Cegah Warganya Tonton Video Nabi

Kompas.com - 13/09/2012, 08:11 WIB

KABUL, KOMPAS.com — Afganistan memblokir akses ke situs berbagi video YouTube, Rabu (12/9/2012), untuk mencegah warganya menonton film yang menghina Nabi Muhammad itu.

Film ini memicu protes di Afrika Utara yang menewaskan duta besar Amerika Serikat untuk Libya, John Christopher Stevens, di Benghazi.

Kantor Kedutaan AS di Kairo, Mesir, juga diserang akibat film tersebut.

"Kami diminta memblokir YouTube sampai video tersebut diambil. Operator internet telah menutup akses ke YouTube," kata Aimal Marjan, Direktur Teknologi Informasi dan Kementerian Komunikasi Afganistan.

Presiden Afganistan Hamid Karzai mengecam keras film tentang Nabi Muhammad yang berjudul Innocence of Muslims tersebut dan mendesak agar film ini tidak diputar.

Promosi Pastor Terry

Menurut Presiden Karzai, kebebasan berpendapat tidak membenarkan tindakan menghina Islam.

Wall Street Journal memberitakan film Innocence of Muslims dibuat sutradara AS keturunan Israel dan menggambarkan Islam sebagai "kanker".

Pastor Amerika, Terry Jones, yang memicu protes keras di Afganistan setelah menyatakan akan membakar Al Quran, mengatakan akan mempromosikan film tersebut.

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Afganistan selama beberapa pekan untuk memprotes pembakaran Al Quran yang tidak disengaja di dekat pangkalan AS di Kabul pada Februari lalu.

Puluhan orang tewas dalam aksi demonstrasi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau