Nachrowi Ramli Menilai Warga Salah Artikan Pernyataannya

Kompas.com - 14/09/2012, 18:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Nachrowi Ramli, menilai anggapan dan reaksi warga terhadap pernyataan yang ia lontarkan pada acara Lebaran Betawi itu sudah salah.

Pasalnya, menurutnya, pernyataan yang disampaikan di Lebaran Betawi hanya didengar sepenggal kalimat.

"Dari pihak kami menyampaikan utuh dari rekaman, ada prolog, ada kebiasaan yang mempunyai aturan-aturan tertentu. Tolong kepada teman-teman media, ketika menyampaikan informasi secara utuh dan komprehensif," kata pria yang akrab disapa Nara, di kantor Panwaslu DKI, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Menurutnya, barang bukti yang disampaikan oleh Tim Advokasi Jakarta Baru, hanya sepenggal video bukan video secara keseluruhan.

"Saya melihat, jika kemudian barang bukti tersebut dari stasiun televisi, stasiun tv itu telah membodohi rakyat bagi keamanan masyarakat," ujarnya.

Calon wakil gubernur DKI pasangan Fauzi Bowo ini mengatakan akan menindaklanjuti terkait pelaporan pernyataan tersebut.

"Kalau masalah gugat-menggugat, kami pelajari dulu. Bisa saja pemenggalan video yang sudah disiarkan itu bisa digugat dengan UU ITE dan UU Kebebasan Informasi Publik. Ada penggalan merubah arti dan merubah suasana batiniah," kata Nara.

Seperti yang diberitakan, Tim Advokasi Jakarta Baru melaporkan pasangan Fauzi Bowo tersebut ke Panwaslu DKI Jakarta terkait pernyataan kontroversialnya yang sempat terlontar pada acara Lebaran Betawi oleh Bamus Betawi di Jakarta Utara, Senin, (10/9/2012), lalu.

Adapun, pernyataan pria yang akrab disapa Nara adalah, "Saya mengingatkan memang kita ingin bersatu untuk Jakarta. Silahkan keluar dari Betawi jika tidak memilih orang Betawi," ujar pria yang akrab disapa Nara saat menutup sambutan dalam acara yang bertemakan Lebaran di Kampung Betawi Bersatu Untuk Jakarta.

Selain itu, Tim Advokasi Jakarta Baru juga sudah melaporkan pernyataan Nara itu ke Komnas HAM. Ketua tim advokasi Jakarta Baru, Habiburokhman, menilai pernyataan Nara sebagai bentuk kampanye, yang bernada suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Sehingga melanggar UU Nomor 32 tahun 2004 pasal 78 huruf b dan c. Yakni tentang pernyataan yang mengandung fitnah, menghasut, dan menghina seseorang karena suku, ras, agama, dan antar golongan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau