Foke Klaim Banjir Jakarta Berkurang

Kompas.com - 14/09/2012, 21:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam acara debat publik putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012, Petahana Fauzi Bowo mengungkapkan bahwa banjir di Jakarta telah berkurang sekitar 40 persen. Untuk itu pada periode selanjutnya, ia akan menyempurnakan infrastruktur pengendalian banjir yang ada di Jakarta.

"Untuk selanjutnya kami akan melakukan pengerukan kali yang akan melancarkan aliran air," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Pengerukan kali ini memang ditujukan untuk memperlebar leher kali agar aliran air yang menyempit kembali normal. Selanjutnya, akan dilakukan juga relokasi kawasan bantaran sungai sehingga pengerukan kali dapat berjalan efektif.

Selanjutnya, beberapa pembangunan infrastruktur yang akan dilanjutkan adalah menyelesaikan pembangunan Kanal Banjir Timur (KBT). Kemudian akan terus melakukan perbaikan Pengendali Banjir Pompa Air dan Pintu Air. Kemudian juga membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar mencapai target 30 persen yang diharuskan di Jakarta. Mengingat dengan adanya RTH ini akan membantu air meresap saat terjadi hujan dengan intensitas besar di Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau