Bulutangkis

Gita Wirjawan Siap Pimpin PBSI

Kompas.com - 15/09/2012, 16:51 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com -- Gita Wirjawan menyatakan siap memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Menteri Perdagangan ini juga akan mengikuti proses pemilihan Ketua Umum PBSI 2012-2016 melalui musyawarah nasional (munas) di Yogyakarta.

Seperti disiarkan Humas PBSI, kesiapan Gita disampaikan ketika meresmikan asrama di Pelatnas Cipayung, Sabtu (15/9/2012). "Saya menyatakan siap untuk memimpin organisasi PBSI. Ini adalah amanat yang harus saya jalankan dengan sebaik mungkin. Saya yakin dengan dukungan seluruh stakeholder bulutangkis nasional, segalanya kelak bisa diharapkan berjalan baik," tutur Gita, yang diminta pengurus PBSI datang ke Cipayung.

Pada Munas PBSI di Yogyakarta, 20-22 September, Gita akan bersaing dengan calon lain, Icuk Sugiarto. "Sekarang di era demokrasi, saya harus siap mengikuti segala proses demokrasi dalam munas nanti," ungkapnya.

Wisma putri yang diresmikan berada di bagian belakang Kompleks Pelatnas Cipayung. Gedung ini kelak akan digunakan untuk menampung pemain-pemain remaja. Pasalnya, ke depan PB PBSI akan menggelar pelatnas untuk pemain usia 14-16 tahun. Setelah kelompok putri selesai, gedung serupa untuk pemain putra juga akan segera dibangun.

Penandatanganan prasasti dilakukan oleh Ketuam Umum PBSI Djoko Santoso dan Gita. Usai acara ini dilanjutkan inspeksi ke sejumlah ruangan.

Sementara itu Djoko mengatakan, sebagai pemimpin, dirinya dituntut harus bisa menyelesaikan dua tugas berat. Yaitu, harus tahu kapan berhenti, dan yang kedua, harus bisa mempersiapkan tokoh pengganti yang kualitasnya harus lebih baik.

"Saya melihat sosok dan kapabilitas Pak Gita, saya dengan legawa menyatakan mundur dan tidak mau dicalonkan lagi dalam munas. Pak Gita dengan pengalaman sebagai birokrat dan pengusaha, saya yakin akan bisa meneruskan dan mengangkat prestasi bulutangkia Indonesia," kata Djoko.

Djoko mengemukakan, dengan kapasitas sebagai menteri dan pengusaha sukses, persoalan dana bukanlah hal berat bagi Gita. "Kalau di kepengurusan saya hanya bisa menyumbang beberapa miliar untuk dana abadi, Pak Gita justru bisa menyanggupi untuk menyumbang antara Rp 50 miliar - Rp 100 miliar untuk disumbangkan ke dana abadi PB PBSI," ungkap Djoko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau