Hisbulah Ajak Warga Lebanon Berdemo Sepekan Penuh

Kompas.com - 17/09/2012, 09:06 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com - Pemimpin Hisbullah, Hassan Nasrallah pada Minggu (16/9/2012) waktu setempat menyerukan warga Lebanon agar menggelar aksi unjuk rasa sepekan penuh untuk memprotes film yang menghina Islam.

"Seluruh dunia harus melihat kemarahan di wajah kalian, dalam kepalan kalian dan dalam teriakan kalian," kata Nasrallah dalam sebuah pidato televisi.

Pimpinan organisasi Syiah paling kuat itu mengeluarkan pernyataannya hanya beberapa jam setelah Paus Benediktus XVI meninggalkan Lebanon setelah melakukan kunjungan bersejarah selama tiga hari.

Nasrallah menegaskan dia memang menunda pidatonya itu hingga Paus Benediktus XVI meninggalkan Lebanon.

"Dunia harus mengetahui bahwa Nabi Muhammad memiliki pengikut yang tak akan tinggal diam di hadapan wajah penghinaan," tambah Nasrallah.

Nasrallah menyrukan agar warga di selatan Beirut menggelar protes pada Senin (17/9/2012), di kota Tyre pada Selasa, kota Baalbek pada Jumat, Bint Jbeil pada Sabtu dan kota Hermel di wilayah Lembah Bekaa pada Minggu.

Semua kawasan yang disebut Nasrallah ini adalah wilayah yang mayoritas penduduknya memeluk Syiah.

Dia juga menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia menggelar unjuk rasa menentang film itu.

"Ini adalah serangan terburuk terhadap Islam. Ini lebih buruk dari Ayat-ayat Setannya Salman Rushdie, pembakaran Al Quran di Afghanistan dan kartun di Eropa," ujar Nasrallah.

"Harus ada resolusi di level institusi internasional yang mengikat semua negara di dunia untuk melarang penistaan agama," kata Nasrallah sambil menambahkan serangan terhadap Islam sudah terlalu sering terjadi.

"Mereka yang membuat film seperti itu seharusnya tahu bahwa mereka akan menerima hukuman di manapun mereka berada dan mereka seharusnya tak lagi merasa terlindungi," tegasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau