Jakarta 1

Masa Tenang, Spanduk Foke Bertebaran di Jakut

Kompas.com - 17/09/2012, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah masa kampanye Pilkada DKI Putaran kedua berakhir, maka proses pilkada kini memasuki tahap hari tenang yang dimulai pada Senin (17/9/2012). 

Di masa tenang ini para cagub-cawagub termasuk tim sukses dilarang keras melakukan kampanye dalam bentuk apapun hingga masa pemungutan suara berakhir..

Namun nyatanya masih saja ditemukan spanduk-spanduk dukungan dan sejenisnya di jalan-jalan misalnya di wilayah Jakarta Utara.

Pada Senin dini hari, dilakukan penurunan spanduk-spanduk kampanye atau yang mengarahkan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang mencalonkan diri kembali di periode berikutnya.

Ketua Panwaslu Pilkada Kecamatan Cilincing, Suparba mengatakan anggota Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) melakukan penurunan spanduk-spanduk Foke yang berada di Jalur-jalur protokol kawasan Cilincing, seperti Jalan Sungai landak, Ring Road Marunda, hingga Rorotan.

Penyisiran spanduk yang dilakukan mulai pukul tengah malam hingga pukul 02:30 WIB tersebut berhasil menurunkan 52 spanduk dan 17 banner.

Ukuran spanduk seragam sepanjang kurang lebih 4 meter dengan tinggi 1/2 meter dengan model yang sama.

Spanduk itu memuat teks, "Terima Kasih Pak Gubernur!", Kami Percaya, Kami Dukung, Teruskan !.

"Dini hari kita melakukan penurunan atau penyisiran spanduk bernuansa kampaye yang berada di Kecamatan Cilincing. Semuanya spanduk kandidat nomor satu. Sementara empat kecamatan, di Jakarta Utara lainnya dilakukan siang ini," kata Suparba di kantor Panwaslu Jakarta Utara.

Sementara, anggota Divisi Pengawasan Panwaslu Jakarta Utara, Arif Budianto mengatakan akan menindak pihak-pihak yang melakukan kampanye terselubung, terlebih lagi bagi mereka yang terdaftar anggota tim kampanye pasangan tertentu.

Mengenai spanduk dukungan untuk kandidat gubernur, Arif mengakui dia  merasa kesulitan untuk menindaknya. Apalagi spanduk bernuansa kampanye tersebut dipasang simpatisan kandidat gubernur tertentu.

"Kita terus melakukan pemantauan, bersama tim di lapangan. Apakah menjadi pelanggaran atau tidak? Kita akan turun ke lapangan. Tetapi memang kita agak kesulitan menindak spanduk-spanduk yang dipasang simpatisan. Namun, apabila ditemukan demikian akan diberi peringatan," ujar Arif.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, di sepanjang Jalan Yos Sudarso masih terlihat spanduk bergambarkan Fauzi Bowo atau biasa dipanggil Foke.

Begitu juga di daerah Rawa Badak Utara. Spanduk yang sama bertuliskan," Terima Kasih Pak Gubernur, Kami Percaya, Kami Dulung, Teruskan!" masih terlihat kokoh terpasang.(C11-12) Galih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau