Jepang Peringatkan Kapal China

Kompas.com - 18/09/2012, 14:44 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Para penjaga pantai Jepang, Selasa (18/9), mengatakan, mereka telah memperingatkan satu kapal China yang terlihat di dekat sebuah pulau yang menjadi pusat sengketa teritorial yang kian memanas antara Bejing dan Tokyo agar menjauh.

Kapal patroli perikanan China itu terlihat berada di dekat pulau utama dalam gugusan kepulauan kecil yang disengketakan, kata juru bicara penjaga pantai di Okinawa, yang dihubungi lewat radio. "Kapal itu berada sekitar 42 kilometer di baratlaut Uotsurijima pada pukul 07.00 waktu setempat (05.00 WIB) dan sedang berlayar ke timur," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir protes-protes anti-Jepang meluas di China, beberapa bahkan diwarnai kekerasan. Rangkaian protes itu terkait dengan sengketa kepulauan di Laut China Timur yang dikenal sebagai Diaoyu oleh Beijing dan Senkaku oleh Tokyo. Pulau-pulau itu diklaim kedua negara tetapi saat ini dikendalikan Jepang.

Sejumlah perusahaan besar Jepang, termasuk Canon dan Honda, telah menghentikan sementara operasi di sejumlah pabrik di China, kata para pejabat dan sejumlah laporan Senin.

Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, Senin, melakukan sejumlah pertemuan di Tokyo dengan para pejabat senior Jepang. Pada hari yang sama ia melanjutkan perjalanan ke Beijing. Ia mendesak kedua pihak "tenang dan menahan diri".

Gelombang unjuk rasa anti-Jepang diperkirakan akan pecah lagi hari ini, bertepatkan dengan peringatan "insiden Mukden" tahun 1931 yang menyebabkan invasi Jepang ke Manchuria. Invasi itu diperingati setiap tahun di China.

China dan Jepang punya hubungan dagang dan bisnis yang erat. Nilai perdagangan kedua negara negara tahun lalu mencapai 342,9 miliar dolar AS, demikian menurut data-data pihak China.  Namun hubungan politik kedua negara sering tegang karena sengketa teritorial dan kebencian China terhadap Jepang terkait konflik dan kekejaman di masa lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau