Perkenalkan, Artin Elmayan Petenis Tertua di Dunia

Kompas.com - 18/09/2012, 18:27 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Langkah kaki Artin Elmayan (95) masih cukup cepat saat dia berjalan ke ruang ganti di River Plate, Buenos Aires, Argentina.

"Saya harus mengambil raket," kata Elmayan di bawah bayangan Stadion Monumental, yang merupakan kandang salah satu klub sepak bola paling terkenal di dunia, River Plate.

Akan tetapi, pilihan Elmayan, laki-laki keturunan Armenia itu, adalah tenis. Dan, Elmayan yang bermain tenis sejak berusia 39 tahun kini menjadi pemain tertua yang masuk ke dalam daftar Federasi Tenis Internasional (ITF).

Tentu saja daftar itu untuk para pemain berusia uzur di atas 85 tahun. Dalam daftar yang hanya terdiri dari 39 orang ini, Elmayan menempati peringkat ke-26. Dan, dialah satu-satunya orang yang lahir sebelum tahun 1920.

Adapun di peringkat teratas ditempati petenis Italia, Angelo Sala, yang akan berusia 85 tahun pada Desember mendatang.

Orang tertua kedua dalam daftar ini adalah Eugeniusz Czerepaniak dari Polandia yang berusia 91 tahun. Dia berada satu peringkat di atas Elmayan.

Orang tertua ketiga adalah petenis Australia berusia 90 tahun, Neville Halligan, yang menduduki peringkat kedelapan.

Karena tidak tampil di ajang internasional, Elmayan hanya bertanding melawan dua rekan senegaranya, Gullermo Garcia dan Jose Otero, yang keduanya berusia lebih muda, yaitu 80-an.

"Delapan lima plus karena tak ada orang berusia 90 apalagi 95. Jadi, saya harus bermain menghadapi orang berusia 85 tahun," kata Elmayan kepada Reuters.

"Saya tampil cukup baik, kadang-kadang saya menempati urutan kedua. Tahun lalu saya dua kali menjadi juara dua," katanya setelah pemanasan selama 20 menit bersama pelatihnya.

Elmayan sangat menikmati rutinitas latihannya yang membuat tubuhnya ramping dan sehat. Dia menggunakan kereta api dari kediamannya di Buenos Aires menuju tempat latihannya di River Plate tiga kali sepekan.

"Selama tubuh saya masih sehat, saya tidak akan duduk diam. Sebagai pemanasan, saya berjalan dari stasiun hingga ke sini. Saat tiba, saya sudah segar," ujarnya.

Elmayan adalah bagian dari komunitas besar warga keturunan Armenia di Argentina. Termasuk di dalamnya adalah salah satu petenis terbaik Argentina dan dunia, David Nalbandian.

Tenis kini bagian dari hidup Elmayan. Dia mengatakan tak akan berhenti bermain tenis yang membuatnya tetap sehat hingga tua.

"Tenis membuatmu mengisap oksigen, membuat tubuhmu sehat, mencegah kegemukan, dan membantu melawan kolesterol," papar Elmayan.

"Jika saya berhenti bermain tenis dua bulan saya, maka perut saya langsung membuncit," tegas Elmayan sambil tertawa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau