IBC: Dana Bansos Bentuk Politik Prabayar Pilkada DKI

Kompas.com - 18/09/2012, 20:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Budget Center (IBC) menyoroti adanya penyelewengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta melalui dana bantuan sosial dan hibah. Dana itu diduga digunakan untuk keperluan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta oleh calon gubernur petahana.

Direktur Eksekutif IBC Arif Nur Alam mengatakan bahwa dana bantuan sosial (bansos) dan dana hibah ini merupakan politik uang prabayar mengingat aliran dana bantuan sosial ini ditentukan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada lembaga yang memiliki relasi politik. Pembagiannya bahkan dilakukan sebelum pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

"Variabelnya tidak jelas. Incumbent bisa saja menentukan siapa saja yang menerima dana bansos," kata Arif dalam jumpa pers "Politik Uang (APBD) Dalam Pilkada DKI Jakarta 2012" di Cikini, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Arif menambahkan, aliran dana bantuan sosial ini sudah disiapkan sebarannya pada lembaga tertentu dan bukan berdasarkan usulan dari masyarakat. Untuk itu, ia menduga besar kemungkinan dana bantuan sosial tersebut dimanipulasi. "Apalagi yang berwenang ini maju lagi dalam pilkada sehingga manipulasi untuk kepentingan calon tertentu itu besar," ujar Arif.

Tahun ini pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 1,3 triliun dan dana bansos sebesar Rp 30 milyar pada tahun 2012 ini. Dari hasil investigasi dan verifikasi dokumen serta lapangan yang dilakukan oleh IBC pada 16 lembaga penerima hibah dan 45 lembaga penerima bansos, ada penggunaan dana Rp 66 miliar di lima wilayah Jakarta yang mengalir ke lembaga fiktif dan lembaga yang memiliki relasi politik dengan petahana Fauzi Bowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau