Jambi

Wah! Potongan Kaki di Sungai Sisa Amputasi

Kompas.com - 19/09/2012, 14:58 WIB

BANGKO, KOMPAS.com - Penemuan potongan kaki kiri manusia yang membuat geger warga sekitar Sungai Tabir, Dusun Baru, Bangko, Jambi, ternyata bukan korban mutilasi. Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif, Satreskrim Polres Merangin dan Polsek Tabir berhasil menemukan identitas pemilik potongan kaki tersebut.

Sebelumnya, Dua warga Dusun Baru, Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Merangin Ibrahim (23) dan Husin (40) menemukan potongan tubuh manusia bagian kiri. Keduanya mendapati kaki tersebut tersangkut di potongan bambu yang berada di aliran Sungai Tabir, Selasa sekitar pukul 01.00 kemarin.

Terungkap, ternyata pemilik kaki adalah Sopian bin Japar (30), warga Mampun, Kecamatan Tabir, dan masih dalam keadaan hidup. "Setelah kita telusuri dan melakukan koordinasi dengan Kades dan camat di wilayah Tabir, ada informasi bahwa ada korban yang kakinya tertimpa kayu dan selanjutnya dibawa ke RSU Bungo. Korban bernama Sopian," ujar Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Syamsi Ubai, Rabu (19/9/2012).

Kasat Reskrim menjelaskan, korban Sopian tertimpa kayu saat sedang membuka lahan. Setelah dibawa ke rumah sakit di Bungo, kaki korban harus diamputasi, karena kondisinya remuk. Akhirnya, dokter memotong kaki kiri Sopian, selanjutnya kaki tersebut dibawa pulang pihak keluarga. "Jadi, kaki itu milik Sopian yang diamputasi dan bukan korban mutilasi," tegas Syamsi.

Belum ada keterangan kenapa potongan kaki Sopian tersebut bisa ditemukan di sungai, bukan dikubur dalam tanah.

***
Berita terkait dapat diikuti dalam topik: KASUS MUTILASI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau