Ini Tim Rahasia yang Mengawal Pemenangan Jokowi-Basuki

Kompas.com - 19/09/2012, 23:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak orang yang tersentak dengan hasil putaran pertama Pilkada DKI Jakarta. Saat itu, cukup banyak orang yang meyakini pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama akan menjadi kuda hitam yang akan menyodok ke putaran kedua.

Namun, tak banyak yang meyakini sejak awal bahwa Jokowi-Basuki (JB) akan lolos dengan status nomor 1. Tentu saja pasangan pesaingnya saat ini yang oleh banyak lembaga survei ditempatkan pada posisi pertama menjadi pihak yang paling terhenyak dengan hasil pencoblosan pada 11 Juli 2012 lalu.

Pasalnya, sejak awal mereka telah mengusung semboyan "Menang dalam Satu Putaran". Ada banyak faktor yang kemudian coba dianalisis oleh para pengamat terkait keunggulan Jokowi-Basuki.

Keinginan warga akan perubahan Jakarta menjadi opini favorit. Tetapi, tak sedikit yang menilai kesolidan tim pemenangan JB menjadi faktor penentu.

Pandangan terakhir rasanya tidak keliru. Bukan sekadar solid, tim pemenangan JB bergerak secara rahasia dan terorganisasi rapi, memetakan kekuatan lawan, menerobos lumbung-lumbung suara hingga lapisan terbawah, mengelola media-media sosial, termasuk melakukan perang di dunia maya dengan pendukung lawan.

"Ini kami yang selama ini boleh dikatakan hanya bergerak di bawah tanah. Tim ini sebenarnya sudah dibentuk dan mulai bergerak sejak pendaftaran pasangan calon pada bulan Maret lalu," ungkap Hasan Nasbi, Koordinator Tim Relawan JB, di Pusat Data Tim JB, Menara 165, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2012).

Aksi mereka tak banyak terdengar sebelumnya lantaran mereka bergerak secara diam-diam. Hasan secara khusus menekankan bahwa orang-orang yang telah dilatih selama 3,5 bulan itu memang baru pertama kali diperkenalkan secara terbuka kepada publik.

Dengan anggota yang terdiri dari anak-anak muda, mereka terbiasa menggunakan perangkat teknologi. Sebanyak 150 orang muda itu duduk di depan 150 laptop mengawasi lalu lintas informasi dengan 45.000 relawan lain yang berada di lapangan.

"Mereka adalah operator data center. Tiap orang bertugas memonitor dan berkomunikasi dengan 300 orang relawan lapangan," ulas Hasan.

Data center ini beroperasi selama 24 jam mulai H-3 hingga H+3 Pilkada DKI. Tugas utama mereka selama momen krusial itu adalah memantau pelaksanaan pilkada yang bersih dan adil.

Mereka juga akan mengawasi pelaksanaan pencoblosan hingga proses perhitungan suara untuk mengantisipasi setiap potensi kecurangan.

"Jadi jangan coba-coba berbuat curang. Kami siap untuk mengawasi dan melaporkan apa pun bentuk kecurangan yang dilakukan lawan," tegas Hasan.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadly Zon yang mendampingi Hasan menambahkan, sebenarnya tugas utama mereka adalah menjamin penyaluran hak konstitusi setiap warga tidak terbelenggu oleh kepentingan tertentu.

Pilkada yang bersih dan adil terjadi manakala setiap warga yang telah memiliki hak pilih dapat menyalurkan hak suaranya secara bebas dan rahasia, kemudian suara mereka itu benar-benar terhitung sesuai dengan aspirasi yang tersalurkan melalui kertas suara.

"Ini merupakan usaha untuk menciptakan demokrasi yang bersih. Kami ingin menjamin setiap warga memiliki hak pilih dan suara mereka terhitung secara tepat. Kami ingin tunjukkan bahwa Jokowi-Basuki siap untuk menghadapi pilkada ini secara fair," tandas Fadly.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau