Kriminalitas

Aparat dan Wartawan Terlibat Mafia Solar

Kompas.com - 20/09/2012, 11:35 WIB

BATAM, KOMPAS.com — Jaringan mafia penyeleweng solar subsidi di Batam, Kepulauan Riau, diduga melibatkan aparat dan wartawan. Aksi mafia itu membuat solar langka di Batam.

Salah seorang pengemudi taksi di kawasan Batu Aji, DH (45), mengaku pernah memberikan Rp 150.000 kepada beberapa oknum wartawan yang mencegatnya di depan SPBU. Saat itu, DH baru selesai membeli solar di luar ketentuan.

"Mereka menunjukkan catatan berapa kali dan di mana saja saya mengisi solar hari itu. Catatan itu dibuat di kertas dengan logo media cetak terkenal di Batam," ujarnya, Kamis (20/9/2012) di Batam.

Menurut dia, beberapa mobil lain juga memberikan sejumlah uang kepada rombongan oknum wartawan itu. Jatah untuk mereka disisihkan dari hasil penjualan solar kepada penampung. "Setiap liter saya jual maksimal Rp 6.000," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Kompas, sejumlah kendaraan yang diduga keras dioperasikan mafia solar dikemudikan pria berambut cepak dan berpakaian loreng.

Bahkan, beberapa waktu lalu, ada pria, yang diketahui oknum tentara, merampas kamera salah seorang jurnalis di Batam. Perampasan terjadi saat oknum tentara itu tengah mengisi solar berulang kali di SPBU di kawasan Batu Aji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau