Pertumbuhan Global Turun

Kompas.com - 22/09/2012, 02:19 WIB

Washington DC, Kamis - Dana Moneter Internasional akan menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global bulan depan. Ini karena aktivitas perekonomian global telah melemah. Organisasi Perdagangan Dunia juga menyatakan hal serupa.

Demikian dikatakan Hoe Ee Khor, Direktur Asisten Dana Moneter Internasional (IMF) untuk Asia dan Pasifik di Washington, saat melakukan konferensi jarak jauh soal perekonomian Korea Selatan, Kamis (20/9).

Sebelumnya IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sepanjang 2012 sekitar 3,5 persen dan pertumbuhan ekonomi 2013 sekitar 3,9 persen. Perkiraan pertumbuhan yang baru akan diumumkan di Tokyo pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, 9 Oktober.

”Diperkirakan pemulihan aktivitas perekonomian baru mulai tahun depan,” kata Khor, yang adalah Ketua Misi IMF khusus untuk Korea Selatan.

Perekonomian Korsel juga diperkirakan tumbuh 3 persen pada 2012, turun dari 3,25 persen yang diperkirakan sebelumnya.

Krisis zona euro serta tumpukan utang rumah tangga Korsel disebut sebagai pemicu penurunan itu. ”Ini berdampak pada perekonomian Korsel,” kata Khor.

Sebuah survei tentang sektor manufaktur China juga memperlihatkan penurunan aktivitas pada September 2012.

Demikian juga Jepang mencatatkan defisit perdagangan 9,6 miliar dollar AS sepanjang Agustus 2012 saja. Ini terkait dengan penurunan ekspor ke Eropa dan Asia.

Eropa kini mengarah ke situasi resesi yang mendalam. Markit, perusahaan konsultan, menunjukkan indeks manajer pembelian (purchasing managers index) untuk 17 negara di zona euro anjlok ke level 45,9 poin pada September 2012 dari 46,9 poin pada Agustus 2012.

WTO juga menurunkan target pertumbuhan volume perdagangan dunia pada 2012 menjadi 2,5 persen dibandingkan dengan total perdagangan 2011. Sebelumnya pertumbuhan perdagangan diperkirakan sebesar 3,7 persen. Target perkiraan volume perdagangan pada 2013 juga diturunkan menjadi 4,5 persen dari 5,6 persen.

WTO menambahkan, faktor kelesuan ekonomi AS dan penurunan pertumbuhan ekonomi China merupakan penyebab penurunan perkiraan pertumbuhan volume perdagangan itu.

Kredibilitas dipertaruhkan

Sementara itu, mantan Gubernur Bank Sentral AS Paul Volcker mengatakan independensi Bank Sentral dipertaruhkan. Menurut dia, lembaga ini kini lebih melayani keperluan politik ketimbang menjalankan perannya sebagai stabilisator ekonomi.

Volcker mengatakan itu kepada Impact Players, televisi milik kantor berita Reuters. Dia meminta agar Bank Sentral AS lebih melayani kepentingan rakyat umum ketimbang Kongres. Tindakan Bank Sentral AS yang memberi dana talangan sangat besar kepada korporasi-korporasi bangkrut akan menambah beban bank sentral tersebut.

Volcker juga menuduh para pelobi politik telah merusak sendi-sendi perekonomian. Dia mengatakan, para pelobi politik di Kongres, yang berperan membuat para politisi mendorong pemberian dana talangan dan juga melonggarkan peraturan sektor keuangan, memperburuk keadaan ekonomi.

Ini telah membuat korporasi, yang pada umumnya menjual saham di Wall Street, berkembang menjadi korporasi rakus dan merugi. Namun, semua ini menjadi beban pemerintah. Volcker meminta peran pelobi diputus total. (REUTERS/AP/AFP/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau