Demikian dikatakan Hoe Ee Khor, Direktur Asisten Dana Moneter Internasional (IMF) untuk Asia dan Pasifik di Washington, saat melakukan konferensi jarak jauh soal perekonomian Korea Selatan, Kamis (20/9).
Sebelumnya IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sepanjang 2012 sekitar 3,5 persen dan pertumbuhan ekonomi 2013 sekitar 3,9 persen. Perkiraan pertumbuhan yang baru akan diumumkan di Tokyo pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, 9 Oktober.
”Diperkirakan pemulihan aktivitas perekonomian baru mulai tahun depan,” kata Khor, yang adalah Ketua Misi IMF khusus untuk Korea Selatan.
Perekonomian Korsel juga diperkirakan tumbuh 3 persen pada 2012, turun dari 3,25 persen yang diperkirakan sebelumnya.
Krisis zona euro serta tumpukan utang rumah tangga Korsel disebut sebagai pemicu penurunan itu. ”Ini berdampak pada perekonomian Korsel,” kata Khor.
Sebuah survei tentang sektor manufaktur China juga memperlihatkan penurunan aktivitas pada September 2012.
Demikian juga Jepang mencatatkan defisit perdagangan 9,6 miliar dollar AS sepanjang Agustus 2012 saja. Ini terkait dengan penurunan ekspor ke Eropa dan Asia.
Eropa kini mengarah ke situasi resesi yang mendalam. Markit, perusahaan konsultan, menunjukkan indeks manajer pembelian (purchasing managers index) untuk 17 negara di zona euro anjlok ke level 45,9 poin pada September 2012 dari 46,9 poin pada Agustus 2012.
WTO juga menurunkan target pertumbuhan volume perdagangan dunia pada 2012 menjadi 2,5 persen dibandingkan dengan total perdagangan 2011. Sebelumnya pertumbuhan perdagangan diperkirakan sebesar 3,7 persen. Target perkiraan volume perdagangan pada 2013 juga diturunkan menjadi 4,5 persen dari 5,6 persen.
WTO menambahkan, faktor kelesuan ekonomi AS dan penurunan pertumbuhan ekonomi China merupakan penyebab penurunan perkiraan pertumbuhan volume perdagangan itu.
Sementara itu, mantan Gubernur Bank Sentral AS Paul Volcker mengatakan independensi Bank Sentral dipertaruhkan. Menurut dia, lembaga ini kini lebih melayani keperluan politik ketimbang menjalankan perannya sebagai stabilisator ekonomi.
Volcker mengatakan itu kepada Impact Players, televisi milik kantor berita Reuters. Dia meminta agar Bank Sentral AS lebih melayani kepentingan rakyat umum ketimbang Kongres. Tindakan Bank Sentral AS yang memberi dana talangan sangat besar kepada korporasi-korporasi bangkrut akan menambah beban bank sentral tersebut.
Volcker juga menuduh para pelobi politik telah merusak sendi-sendi perekonomian. Dia mengatakan, para pelobi politik di Kongres, yang berperan membuat para politisi mendorong pemberian dana talangan dan juga melonggarkan peraturan sektor keuangan, memperburuk keadaan ekonomi.
Ini telah membuat korporasi, yang pada umumnya menjual saham di Wall Street, berkembang menjadi korporasi rakus dan merugi. Namun, semua ini menjadi beban pemerintah. Volcker meminta peran pelobi diputus total.