Pemeran dirgantara

Bandung Air Show Kembali Digelar Akhir Pekan Ini

Kompas.com - 25/09/2012, 16:07 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Akhir pekan ini Kota Bandung memiliki hajatan besar, yakni pameran dirgantara, Bandung Air Show 2012. Digelar dua tahunan, pameran ini baru sekali digelar sebelumnya tahun 2010 dan panitia menjamin tahun ini skalanya lebih besar.

Demikian diungkapkan Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara Kolonel Penerbang Umar Sugeng di Bandung, Selasa (25/9/2012). Bandung Air Show bakal digelar dari tanggal 27-30 September 2012 di Pangkalan Udara Husein Sastranegara.

"Dipersiapkan setahun sebelumnya, peserta kali ini juga berasal dari luar negeri seperti Malaysia maupun Amerika Serikat," ujar Umar.Menurut rencana, pesawat yang bakal dipamerkan datang secara bertahap ke Bandung sejak tanggal 26 siang sebanyak 28 unit dan diikuti 27 unit pada tanggal 27 pagi. Selain pertunjukan udara, ada pula pesawat yang dipamerkan di darat sehingga pengunjung bisa mendekatinya dan berfoto bersama.

Target 100.000 pengunjung

Pihak event organizer (EO) Bandung Air Show 2012, Greenlite, optimistis, acara itu mampu menyedot pengunjung dari Bandung atau bahkan dari luar kota. Susi Mulyadi dari Greenlite, bahkan optimis dalam empat hari pameran itu akan datang 100.000 pengunjung atau dua kali lipat pengunjung dua tahun lalu.

"Dengan waktu empat hari serta pengaturan pengunjung seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa terakomodasi," ujar Susi.

Panitia membagi empat hari pameran menjadi dua bagian, dua hari pertama untuk kalangan terbatas dan dua hari berikutnya untuk masyarakat umum. Hari pertama diperuntukkan bagi TNI maupun PNS yang digratiskan tiket masuknya, sementara hari ke dua bagi pelajar dan mahasiswa dengan tiket masuk Rp 5.000 per orang. Dua hari terakhir dibuka untuk umum dengan tarif Rp 15.000 per orang.

Untuk memudahkan transportasi, panitia pameran menyiapkan bus ulang alik di beberapa titik di sekitar lokasi. Dengan demikian, konsentrasi kendaraan tidak terpusat di sekitar acara dan penonton tetap nyaman terbebas dari kemacetan.

Pengunjung yang datang dari arah utara, misalnya dari Jalan Pasteur atau Kota Cimahi, bisa parkir di areal Satuan Pemeliharaan (Sathar) 15 yang bisa menampung 2.000 hingga 3.000 unit kendaraan. Di sana terdapat loket penjualan tiket sehingga pengunjung tinggal beli di sana, naik bus ulang alik ke tempat pameran dan nantinya kembali lagi ke tempat parkir.

Pengunjung dari arah timur bisa parkir di pool Bus Damri di daerah Kebon Kaum. Begitu pula dari selatan, misalnya dari Jalan Rajawali, bisa menggunakan Pintu IV. Pintu IV ini sengaja diperuntukkan bagi pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor.

Menurut Susi, ada 225 stan yang menjual berbagai hal selain pameran pesawat di lokasi acara. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan usaha, lembaga, hingga maskapai penerbangan.

Artis pun juga mereka siapkan untuk mendukung kemeriahan acara seperti Melly Goeslaw, Zygaz, serta Aishiteru. Ketiganya bakal tampil pada hari Sabtu (29/9) malam.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau