Sisi lain pilkada dki

Addie MS Ternyata Pemicu "Fokoke Jokowi"

Kompas.com - 26/09/2012, 10:01 WIB

KOMPAS.com — Proses Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta, yang menjadi barometer kota-kota di Indonesia, sebentar lagi akan berakhir. Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta dalam beberapa hari mendatang akan segera menetapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Berdasarkan versi hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Yang menarik dari Pilkada DKI, pada era melek teknologi informasi ini, ternyata layak tidaknya calon pemimpin dibahas habis-habisan di sejumlah media sosial. Bahkan, orang yang biasa-biasa saja, artinya bukan berasal dari kalangan politisi, apalagi dari tim sukses, ternyata bisa memiliki pengaruh yang lebih kuat di media sosial. Contoh ini begitu nyata pada pertarungan Foke versus Jokowi.

Di balik geliat ”perang 140 karakter” di Twitter, ternyata orang yang memiliki pengaruh sangat kuat, menurut analisis menggunakan analytics.topsy.com, justru orang di luar lingkaran tim sukses calon gubernur yang berlaga.

Slogan ”Fokoke Jokowi”, misalnya, sangat kuat pengaruhnya dalam perang media sosial antara Foke dan Jokowi.

Jika ditelusuri, slogan ”Fokoke Jokowi” itu ternyata berasal dari sebuah akun Twitter yang bukan dari tim sukses. Lalu, siapakah yang pertama kali melontarkan tweet paling berpengaruh itu?

Mengejutkan!

Akun itu ternyata berasal dari salah seorang warga DKI Jakarta yang mengaku sebagai simpatisan, dia adalah @addiems. Tidak salah lagi, pemilik akun itu adalah Addie MS, konduktor kenamaan Indonesia.

Ketika dihubungi Kompas, Memes, penyanyi yang juga istri Addie, bersedia memberikan komentar. Memes membenarkan hal itu. Namun, Memes memastikan bahwa suaminya bukanlah anggota tim kampanye Jokowi.

”Mas Addie tak terkait tim Jokowi. Tapi, gara-gara Mas Addie itu, Jokowi jadi trending topic,” kata Memes.

Terlepas siapa yang pertama kali meramu frase Fokoke Jokowi, Addie MS secara statistik merupakan orang pertama yang mengirim kicauan itu dan memicu distribusi sentimen positif Jokowi hari itu.

Dari Addie yang memiliki 267.767 pengikut, kicauan itu menyebar seperti virus liar. Hampir setengah juta orang meneruskan kicauan itu yang seolah menjadi mantra ajaib, menyegarkan ingatan para pemilih sebelum berangkat ke TPS.

Addie MS juga membuat tagar atau hashtag #jokowinners yang sempat menjadi trending topic pada hari-H pencoblosan. Addie MS mengirim tweet pada 19 September pagi, ”Baru dpt kabar, Jokowi akhirnya berkoalisi dgn Foke. Namanya Fokoke Jokowi."

Preferensi Addie terhadap Jokowi ini sempat dipertanyakan pengikut karena dianggap seperti anggota tim sukses. Namun, Addie memiliki jawaban tersendiri. ”Aku simpatisan Jokowi. Ga dibayar. Nurani lebih mahal,” katanya.

Addie di Twitter mengungkapkan alasannya mengapa begitu antusias mendukung Jokowi. ”Jakarta tidak bisa diurus oleh sosok yang tidak menghargai keberagaman/pluralisme. Mari bangun Jakarta Baru! #JOKOWINNERS,” katanya.

(Amir Sodikin)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau