JAKARTA, KOMPAS.com -- Guru-guru merasa bingung karena permintaan uji kompetensi yang tak kunjung selesai. Baru saja usai uji kompetensi guru (UKG) gelombang pertama, guru-guru diminta ikut uji kompetensi soal evaluasi.
"Baru selesai UKG, ada lagi panggilan ujian untuk guru. Kenapa guru-guru sekarang dibebani banyak ujian. Apakah UKG tidak cukup," kata Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Rabu (26/9/2012) di Jakarta.
Iwan mencontohkan, sejumlah guru-guru SMA di Kota Bandung, Jawa Barat, pada pekan ini menerima panggilan ujian. Para guru diminta ikut ujian pemetaan evaluasi pada Kamis(27/9/2012).
Berdasarkan surat panggilan yang diterima guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membutuhkan pemetaan kompetensi guru pendidik tentang kemampuan guru dalam bidang penilaian hasil belajar. Ujian dilaksanakan secara offline.
Dalam suratnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji menjelaskan, kegiatan ujian berdasarkan permintaan Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Pengembangan dan Penelitian, Kemendikbud.
"Para guru dibuat bingung, ada ujian ini, ada ujian itu. Padahal yang dipanggil baru ikut UKG. Apakah ini akal-akalan Kemendikbud untuk menghabiskan anggaran? Ini menunjukkan tidak adanya perencanaan yang baik dalam mengevaluasi guru," tutur Iwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang