Ibadah haji

Musim Haji Gairahkan Perekonomian Kepri

Kompas.com - 26/09/2012, 23:11 WIB

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan musim haji selalu meningkatkan gairah perekonomian di wilayahnya, karena ada embarkasi dan debarkasi Hang Nadim Batam.

"Sebanyak 9.888 calon haji dijadwalkan berangkat dan pulang melalui Bandara Hang Nadim Batam pada musim haji tahun 2012. Hal itu membuat perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) semakin bergairah," kata Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kepri, Dimyath, di Tanjungpinang, Rabu (26/9/2012) ini.

Calon haji yang berangkat ke Mekkah melalui Embarkasi Batam tidak hanya berasal dari Kepri, melainkan juga Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi. Tentunya kebijakan pemerintah pusat itu menguntungkan Kepri.

"Dengan meningkatnya perekonomian Kepri, maka secara tidak langsung akan menambah pendapatan asli daerah," ujar Dimyath.

Menurut dia, berbagai sektor perekonomian di Kepri, khususnya Batam, cukup meningkat karena calon jemaah haji menggunakan transportasi, akomodasi, konsumsi dan hasil industri yang tersedia di kota itu. Pelaku usaha di sektor industri rumahan, contohnya, pada setiap musim pemberangkatan calon haji selalu dilibatkan.

"Tahun ini dan seperti beberapa tahun sebelumnya, para calon haji yang berangkat melalui Embarkasi Batam, seluruhnya mendapatkan oleh-oleh berupa makanan ringan khas Kepri," ucap Dimyath.

Mulai tahun 2009 para, calon haji menerima oleh-oleh berupa sambal bilis atau teri, sementara tahun 2010 mereka mendapat bingkisan berupa dendeng sotong kering.

"Oleh-oleh di tahun 2011 berupa bilis gulung, sedangkan tahun ini mereka menerima oleh-oleh berupa abon ikan," ungkapnya.

Ia mengemukakan, abon ikan yang diberikan kepada para jemaah calon haji diproduksi oleh warga masyarakat di Kabupaten Bintan. Makanan dalam kemasan itu pernah dipamerkan sebelumnya dalam bazar MTQ tingkat nasional di Ambon, dan ternyata respons masyarakat disana cukup baik.

"Banyak sekali makanan khas di Kepri. Kami upayakan setiap tahun agar ada pergantian, sehingga para pelaku usaha bisa merasakan rezeki dan sekaligus bisa mengangkat pamor berbagai jenis makanan khas Kepri," katanya.


Sumber: Antara

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau