Politik jepang

Mantan PM Abe Dicalonkan Kembali

Kompas.com - 27/09/2012, 04:19 WIB

TOKYO, RABU - Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (58) kembali dipilih menjadi ketua partai oposisi utama Jepang, Partai Demokrat Liberal (LDP), dan membuka peluang ia dicalonkan kembali untuk posisi jabatan lamanya itu, Rabu (26/9).

Menurut sejumlah jajak pendapat, peluang Abe dalam pemilihan umum yang akan digelar beberapa bulan mendatang diyakini terbuka lebar.

LDP diyakini bakal memenangi mayoritas kursi di majelis rendah parlemen negeri itu setelah tahun 2009 partai itu tergusur dari kekuasaan yang sudah mereka pegang selama hampir setengah abad.

Kemungkinan Abe terpilih kembali sebagai PM Jepang dinilai memicu kewaspadaan sejumlah negara tetangga Jepang yang terlibat sengketa teritorial, seperti China dan Korea Selatan.

Pandangan Abe selama ini dinilai keras, terutama dalam hal mempertahankan wilayah kedaulatan ”Negeri Matahari Terbit” itu.

”Wilayah laut dan teritorial Jepang kini terancam, sementara perekonomian negeri ini mandek akibat deflasi berkepanjangan dan mata uang yen yang kuat,” ujar Abe dalam jumpa pers.

”Semua itu akan menjadi misi utama saya, mengatasi berbagai kesulitan serta membangun Jepang yang kuat dan sejahtera,” kata Abe.

Lima tahun lalu, Abe berhenti dari jabatan PM setelah setahun menjabat. Saat itu dia mengundurkan diri karena masalah kesehatan.

Kesempatan kedua

Optimisme bahwa LDP akan sukses mengalahkan Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang berkuasa saat ini dengan pencalonan Abe dilontarkan Direktur Eksekutif Asian Forum Japan Katsuhiko Nakamura.

”Saya tidak yakin rakyat Jepang masih akan memberi kesempatan kedua kepada DPJ,” ujar Katsuhiko.

Saat ini hubungan Jepang dengan China tengah tegang terkait sengketa atas sejumlah pulau di Laut China Timur. Kepulauan yang diperebutkan itu disebut Senkaku oleh Jepang atau Diaoyu oleh China.

Kawasan kepulauan dan perairan di sekitarnya itu diyakini kaya mengandung sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi. Selama ini Abe adalah salah satu pentolan LDP yang sangat vokal mengkritik kebijakan pemerintah, terutama saat PM Yoshihiko Noda membeli sejumlah pulau sengketa itu dari pemilik pribadi.

Menurut Abe, tak ada sengketa teritorial terkait kepulauan tersebut karena sudah jelas kawasan itu milik Jepang. ”Sebagai reaksi atas berbagai gerakan China di sekitar Senkaku, saya akan menunjukkan dengan jelas niat saya untuk mengambil tindakan tegas guna melindungi pulau-pulau itu dan kawasan perairan di sekitarnya,” kata Abe.

Kemunculan Abe juga disambut baik kalangan bisnis Jepang. Abe mereka nilai sebagai politisi yang mumpuni dan punya kemampuan menuntaskan sejumlah persoalan.

(REUTERS/AP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau