SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi bersama petugas keamanan penyelenggara ibadah haji melakukan pemeriksaan intensif kepada Subakir (50) warga Pamekasan Madura, pembawa ratusan surat nikah kosong. Pemeriksaan untuk mengetahui lebih dalam dari mana dan motif apa calon jamaah haji kloter 20 embarkasi Juanda itu.
Wakapolsek Sukolilo Surabaya AKP Meridiani saat dikonfirmasi belum dapat memberikan informasi terkait hasil pemeriksaan karena hingga saat ini pemeriksaan masih terus berjalan.
''Sekarang masih istirahat, untuk shalat Jumat,'' katanya, Jumat (28/9/2012).
Pihaknya juga belum dapat memastikan bahwa Subakir dan istrinya dapat melanjutkan perjalanan ibadah hajinya, karena itu adalah wewenang dari panitia pusat penyelenggara ibadah haji.
''Kita tidak dapat memastikan karena itu wewenang Kemenag pusat,'' jelasnya.
Hasil pemeriksaan polisi nanti hanya akan diberikan kepada penyelenggara haji di embarkasi Juanda, lalu diteruskan kepada penyelenggara di tingkat pusat. Pemeriksaan sengaja dipercepat mengingat Subakir adalah jamaah kloter 20 yang dijadwalkan berangkat sore nanti pukul 18.05 WIB.
Sebelumnya, sebanyak 499 buku nikah kosongan atau tanpa nama ditemukan dalam koper Subakir dan istrinya yang datang di asrama haji Sukolilo Surabaya kemarin malam. Buku-buku itu ditemukan saat pemeriksaan oleh pihak aviation security bersama Bea dan Cukai serta Keimigrasian, dibantu alat deteksi mesin x- ray aviation security PT Angkasa Pura I Bandara Juanda yang ditempatkan di Asrama Haji Sukolilo.
Ratusan buku nikah kosong itu diduga palsu, dan sengaja diselundupkan untuk pasangan WNI di Arab Saudi yang membutuhkan buku nikah agar terhindar dari hukuman rajam dari pemerintah setempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang