BEIRUT, KOMPAS.com - Ponsel-ponsel di Suriah berbunyi pada Kamis (27/9/2012), ketika sebuah pesan singkat (SMS) tidak menyenangkan masuk. SMS berbunyi "Game over" itu berasal dari militer dam ditujukan pada anggota kelompok-kelompok pemberontak bersenjata.
Para pemberontak menjawab peringatan untuk menyerang dan menyerahkan senjata itu dengan melancarkan serangan baru untuk mengusir tentera pemerintah dari Kota Aleppo.
Pemilik ponsel yang menggunakan layanan pascabayar mengaku mulai menerima SMS atas nama Angkatan Bersenjata Suriah. Pesan itu mendesak para pemberontak untuk menyerahkan senjata dan memperingatkan dimulainya hitung mundur untuk mengusir semua petempur asing. Sementara itu orang-orang yang menggunakan layanan prabayar mengaku tidak mendapat SMS semacam itu, kata warga Damaskus.
SMS itu tampaknya merupakan bentuk perang psikologis yang dilancarkan militer terhadap para pemberontak. Pada Agustus lalu, tepat pada Hari Raya Idul Fitri, sejumlah helikopter militer menjatuhkkan selebaran berisi peringatan pada para pemberontak di Damaskus untuk menyerahkan senjata dan mencari pengampunan.
Para pemberontak tampaknya tidak menggubris pesan-pesan tersebut. Mereka terus melancarkan upaya untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Mereka bahkan menilai peringatan-peringatan itu menunjukkan keputusasaan militer.
Ali (28), anggota Tentara Pembebasan Suriah, menganggap lucu SMS tersebut. "Saya tidak akan menyerahkan senjata karena permainan memang belum usai," kata pemuda yang hanya mau menyebut nama depannya itu. "Perjuangan ini baru akan selesai kalau Assad sudah mati."
Para pemberontak justru meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah di Aleppo, yang beberapa wilayahnya sempat mereka kuasai dua pekan lalu.
Para aktivis oposisi melaporkan pertempuran hebat di lebih dari 12 wilayah di kota itu. Tentara menggempur beberapa distrik, kata Mohammed Saeed, seorang aktivis lokal yang berbicara melalui Skype. Tembakan mortar, yang diduga berasal dari pemberontak, juga menghanam beberapa kawasan yang dikuasai pasukan pemerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang