Mendikbud Yakin Tawuran Dapat Dihentikan

Kompas.com - 28/09/2012, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku yakin fenomena tawuran antarpelajar SMAN 70 dan SMAN 6 di kawasan Bulungan dapat dihentikan dengan dukungan semua pihak, termasuk di dalamnya peran serta masyarakat.

Nuh mencontohkan, beberapa tahun lalu, dua sekolah seperti SMA Budi Utomo dan SMK Penerbangan juga terkenal sebagai dua sekolah yang sering bentrok. Akan tetapi, dengan sejumlah kebijakan yang diterapkan, akhirnya dua sekolah itu dapat lepas dari kebiasaan tawuran.

"Saya yakin tawuran ini akan berhenti. Sekolah lain membuktikan itu. Bagaimana menyalurkan energinya untuk hal-hal yang jauh lebih positif," kata Nuh dalam pertemuan bersama Kepala SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta, di gedung Kemendikbud, Jumat (28/9/2012).

Sebelumnya, Nuh mengaku akan menggunakan segala cara untuk menghentikan tawuran yang melibatkan dua sekolah di kawasan Mahakam-Bulungan. Tak peduli siapa yang menghadang, dan berapapun biaya yang diperlukan, intinya tawuran di sana harus dapat dihentikan.

Tak hanya dua Kepala SMA yang hadir menemui Mendikbud, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto juga hadir bersama wakilnya, Agus Suradika. Beberapa anggota komite sekolah juga nampak hadir, termasuk alumni, Ketua Osis dan beberapa siswa kedua sekolah itu.


Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran Berdarah"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau