Redakan Stres dengan Teh Jahe

Kompas.com - 29/09/2012, 08:20 WIB

Kompas.com - Kaya akan kandungan antioksidan, secangkir teh jahe hangat mungkin menjadi jawaban dari stres yang mengganggu.

Selain diminum, menghirup aroma teh jahe diketahui mampu mengembalikan mood, meredakan stres, menyehatkan pencernaan dan meningkatkan penyerapan makanan.

Asam lambung merupakan bagian penting dalam proses pencernaan dan saat kita sedang stres, produknya kerap terganggu. Untuk mengatasinya, tuangkan air panas dicangkir dan tambahkan irisan lemon dan jahe.

"Jahe bisa berfungsi sebagai perangsang indra pengecap dan memicu sekresi pencernaan," kata ahli gizi Alice Mackintosh.

Ia menjelaskan, jahe mengandung antioksidan yang kuat yakni gengerol, yang membantu membersihkan zat-zat kimia berbahaya yang diproduksi tubuh saat kita sedang cemas. "Jahe juga bisa menjadi pereda stres," katanya.

Manfaat jahe lainnya yang tak boleh diremehkan adalah sebagai pereda gejala mual dan muntah di awal kehamilan, mengurangi inflamasi, melawan penyakit pernapasan, dan membantu sirkulasi darah.

Bagi para wanita, jahe juga bisa diandalkan untuk mengurangi nyeri perut saat menstruasi. Caranya, rendam handuk kecil di air hangat yang diberi jahe kemudian letakkan di perut beberapa saat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau