Wisata ke Pulau Dodola Akan Semakin Mudah

Kompas.com - 30/09/2012, 08:01 WIB

TERNATE, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, akan menyiapkan sejumlah fasilitas untuk wisata di wilayah itu. Salah satunya dengan menyiapkan kapal cepat tujuan dari Kota Daruba ke obyek wisata Pulau Dodola.

"Kami akan mempersiapkan dua unit kapal cepat yang akan menghubungkan Kota Daruba dengan obyek wisata Pulau Dodola, melalui jalur laut," kata Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua ketika dihubungi dari Ternate, Sabtu (29/9/2012).

Meskipun jalur untuk ke Pulau Dodola harus melewati jalur laut, namun saat ini dari Pemkab Pulau Morotai sendiri telah menyediakan fasilitas pendukung bagi warga maupun wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Dodola.

Adapun untuk fasilitas yang disediakan oleh Pemkab yakni penyediaan kapal cepat dengan tujuan Daruba-Dodola dan beberapa fasilitas yang ada di Pulau Dodola.

Pulau Dodola adalah salah satu ikon wisata yang ada di Pulau Morotai. Saat ini di pulau tersebut telah tersedia fasilitas berupa penginapan yang bisa digunakan para tamu atau wisatawan.

Selain itu, kata Rusli, untuk fasilitas pendukung juga disediakan jetski yang bisa disewa bila ingin berwisata ke Pulau Dodola. Di pulau itu terdapat dua unit jetski milik Pemkab Pulau Morotai yang disewakan kepada wisatawan maupun warga yang mau berekreasi dan bermain ke Pulau Dodola.

"Untuk urusan transportasi sekarang juga jauh lebih mudah dibanding waktu-waktu sebelumnya. Bila sebelumnya berkunjung ke Pulau Dodola harus menyewa speedboat dengan mengeluarkan kocek sekitar Rp 1 juta, kini tidak lagi, sebab dari Pemkab Pulau Morotai telah menyediakan beberapa unit speedboat untuk melayani rute Daruba-Dodola," katanya.

Untuk speedboat yang melayani rute Daruba-Dodola ini juga disediakan khusus di pelabuhannya sendiri. Yakni di pelabuhan terapung yang ada di sebelah pelabuhan speedboat Daruba.

Sedangkan untuk tarifnya sendiri jauh lebih murah di banding menyewa speedboat regular, hanya Rp 50.000 sekali jalan. Artinya, hanya dengan uang sebesar Rp 100.000, sudah bisa bolak-balik dari Daruba-Dodola.

Pihaknya menjadikan Pulau Dodola sebagai ikon wisata bahari di Pulau Morotai. Sehingga pihaknya menyediakan kemudahan dan fasilitas yang ada di Pulau Dodola. Hal yang paling penting adalah transportasi untuk menuju ke pulau tersebut.

"Kita sudah siapkan speed pemda di sana untuk tujuan Dodola, dan untuk tarifnya juga murah hanya Rp 50.000 sekali jalan. Supaya orang ke Dodola itu lebih gampang, dan Pulau Dodola juga bisa sering dikinjungi," kata Rusli.

Hal ini dilakukan Rusli untuk menarik perhatian bagi warga dan masyarakat maupun wisatawan supaya dapat dengan mudah untuk berkunjung ke Pulau Dodola. Selain di Dodola juga masih banyak obyek-obyek wisata lain yang dianggap layak untuk dijadikan destinasi wisata baik itu bahari maupun sejarah.

Rusli menyatakan, pemda nantinya juga tidak saja melayani rute Daruba-Dodola. Namun juga akan melayani pulau-pulau kecil yang dianggap sebagai destinasi wisata Morotai seperti Pulau Zumzum, Pulau Kolorai, Pulau Ngele-ngele, Galo-galo kecil dan lain-lain, disesuaikan dengan keinginan pengunjung.

"Kita sediakan dari pemda dulu, dan nantinya kalau sudah ramai pasti speedboat milik warga juga akan ke sana. Kalau sudah ramai speedboat yang mau gabung kesana kita tarik speedboat milik pemda biar masyarakat yang melayani agar ekonomi masyarakat meningkat," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau