Pelemahan kpk

Ada Motif Persiapan Pemilu 2014

Kompas.com - 03/10/2012, 09:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dinilai berkaitan dengan pertarungan politik 2014. Partai-partai politik akan memerlukan biaya besar pada Pemilu 2014. Sebaliknya, keberadaan KPK yang kuat akan membuat anggota parpol semakin sulit bergerak mencari pendanaan partai.

Hal ini disampaikan pengajar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, AAGN Ari Dwipayana, dan Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia Benny Susetyo Pr secara terpisah, Selasa (2/10/2012).

Keinginan kuat DPR untuk membatasi kewenangan KPK, menurut Ari, tidak lepas dari keinginan para politisi melindungi diri. Sebab, ruang "bermain" para politisi menjadi terbatas dan terkontrol dengan kewenangan KPK yang sangat besar untuk menyadap dan mengecek data transaksi keuangan dari PPATK seperti saat ini. Dampaknya jelas membuat pendanaan parpol terganggu.

Padahal, menurut Benny, banyak anggota DPR, terutama di Badan Anggaran, yang melakukan politik ijon dan mencari sumber-sumber pendanaan partai. Sebab, dana yang diperlukan parpol untuk pemilu sangat besar akibat cara berpolitik transaksional. Jalan pintas untuk menggalang dana melalui uang negara.

Hal ini, kata Benny di Jakarta, sudah menjadi rahasia umum. Kepentingan politisi ini, tambah Ari, bertemu dengan kepentingan institusi penegak hukum lain, seperti polisi dan kejaksaan, yang kewenangannya juga menjadi terbatas dengan keberadaan KPK. Bukan rahasia bila penegakan hukum Indonesia menjadi komoditas politik polisi dan jaksa. Kasus korupsi juga "ruang bermain" institusi penegak hukum yang kini terbatasi kewenangan yang lebih besar pada KPK. Hal ini semakin jelas dalam kasus cicak buaya.

Di sisi lain, DPR ingin membangun citra dengan dalih memperkuat KPK melalui revisi. Bahkan, ada yang menunjukkan diri ataupun partainya menolak revisi UU KPK. Namun, pada dasarnya DPR bersikukuh memereteli kewenangan KPK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau