JAKARTA, KOMPAS.com — Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia angkatan tahun 1970 menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyiapkan calon pemimpin yang akan menggantikannya pada 2014.
Hal itu disampaikan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan saat mewakili alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1970 pada peluncuran buku Mengawali Integrasi, Mengusung Reformasi, Selasa (2/10/2012) malam di Jakarta.
”Kalau boleh kami memberi saran, Bapak Presiden menyiapkan pemimpin ke depan,” kata Luhut.
Hadir dalam peluncuran buku itu antara lain mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Sejumlah alumnus Akabri tahun 1970 yang hadir, antara lain, adalah Jenderal (Purn) Subagyo HS, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Jenderal (Purn Pol) Suroyo Bimantoro, Laksamana (Purn) Bernard Kent Sondakh, dan Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo.
”Kami juga memberi saran, Presiden harus mengingatkan pemilih. Pemimpin ke depan harus bersih, punya track record baik. Pemimpin yang merakyat, tetapi mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyat dan tidak sombong,” tutur Luhut.
Di awal sambutannya, Luhut memuji sejumlah prestasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono.
Tradisi politik yang baik
Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono yang alumnus Akabri 1973 berpesan agar alumni Akabri yang masuk partai politik untuk ikut menyebarkan tradisi politik yang baik, sehat, dan menjauhi kompetisi politik yang tidak sehat. ”Apa pun posisi politiknya, tetap memegang Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Presiden juga mengajak alumni Akabri untuk melanjutkan reformasi dan transformasi di Indonesia. ”Reformasi haruslah punya arah jelas, dilaksanakan secara konseptual, proses yang gradual, dan dikelola dengan baik. Banyak negara berhasil menjalankan reformasi. Demikian juga reformasi Tiongkok hingga menjadi Tiongkok seperti sekarang ini. Bagi yang bergerak di bidang bisnis, banyak yang sukses dalam hal ini. Semoga yang nanti memimpin 2014 bisa lebih berhasil,” ujar Yudhoyono.
Agus Widjojo yang menjadi pengarah penyusunan buku tersebut menyatakan, penulisan buku ini bukan dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu 2014.
Buku ini memaparkan kiprah sejumlah alumnus Akabri lulusan 1970 mulai dari mereka menjalani penugasan sebagai perwira muda hingga setelah purnawirawan dan menduduki posisi-posisi penting pada era Reformasi.
Di era Reformasi, sejumlah alumnus menduduki posisi penting di TNI dan kepolisian. Mereka, antara lain, adalah Fachrul Razi, Johny Lumintang, Subagyo HS, Agus Widjojo, dan Bimantoro. Setelah purnawirawan, beberapa di antara lulusan itu juga menduduki posisi penting, antara lain Taufiequrachman Ruki dan Bibit Samad Rianto yang menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Sementara itu, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, diselenggarakan silaturahim generasi penerus TNI dengan para tokoh nasional, Senin (1/10/2012).
Sejumlah tokoh nasional yang diundang sebagai pembicara antara lain Jenderal (Purn) TNI Wijoyo Suyono, mantan Menhan Juwono Sudarsono, dan mantan Wapres Try Sutrisno. Hadir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang membuka sekaligus menjadi pembicara utama. (WHY/JL/LOK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang