Ratusan Buruh Juga Geruduk DPRD DKI

Kompas.com - 03/10/2012, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi demo buruh yang dilaksanakan serempak di 80 area industri dan DPRD kota setempat juga terjadi di DPRD Propinsi DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Ratusan buruh melakukan orasi untuk menghapus sistem outsourcing di perusahaan.

"Kami menolak outsourcing, tertibkan perusahaan penyalur jasa pekerja dan kami menolak upah murah," kata salah satu orator di depan gedung DPRD Propinsi DKI Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Hari ini terdapat 3 juta pendemo yang turun ke jalan di wilayah Jabodetabek. Jika aspirasi tidak di dengarkan, Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) akan menurunkan 10 juta buruh se-Indonesia. Selain itu, para pendemo juga menuntut ketidaklayakan upah pekerja sebesar 1,5 juta rupiah.

Jumlah tersebut dinilai tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup para buruh. Terlebih buruh tidak memiliki jaminan kesehatan.

Dalam tuntutannya ini, para buruh meminta anggota DPRD mendengarkan aspirasi mereka. Mereka juga menuntut agar anggota dewan dapat berpihak kepada buruh, bukan pada pemilik perusahaan.

Dari pantauan Kompas.com, sekitar delapan bus berjejer di depan gedung DPRD. Puluhan petugas kepolisian terlihat sedang berjaga-jaga.

Demo melibatkan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) dan Konfederasi Serikat PekerjaIndonesia (KSPI). Sepanjang jalan Kebon Sirih terlihat macet. Buruh menutup 3/4 jalan di depan gedung DPRD tersebut. Saat ini buruh menuju Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta.

Berita terkait dapat diikuti di topik DEMO BURUH TOLAK OUTSOURCING

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau