Mayat Kakek Ditemukan di Ladang Tembakau

Kompas.com - 03/10/2012, 20:38 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Sesosok mayat laki-laki tua ditemukan warga di sekitar ladang tembakau Dusun Ngetos Kulon, Desa Sriwedari, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu siang (3/10/2012).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, mayat kali pertama ditemukan salah satu warga setempat saat hendak pergi ke sawah. Diduga, mayat tanpa identitas itu belum lama meninggal karena kondisi jenazah masih cukup segar. Kepala Dusun Sriwedari Basuki menceritakan, saat dievakuasi kaki dan tangan jenazah belum kaku sehingga masih bisa ditekuk.

"Tadi ditemukan warga saat mau ke sawah. Kemungkinan baru saja meninggal karena kaki dan tangannya belum kaku. Saat kami evakuasi masih bisa ditekuk," jelasnya.

Jenazah kemudian dibawa warga menggunakan tandu bambu dan kain sarung ke halaman Ponpes Darul Fallah tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut Kepala Dusun Ngetos Wetan Zarkoni, ada beberapa warga yang melihat laki-laki tua itu mondar-mandir di sekitar ladang tembakau. "Tadi ada yang sempat melihat korban berjalan mondar-mandir sebelum meninggal. Ia membawa bungkusan plastik," kata dia. Berdasarkan ciri-ciri fisik jenazah, Zarkoni memastikan kakek itu bukanlah warganya.

Sementara itu, Kapolsek Muntilan AKP Parmanta Puji Yuwana menjelaskan saat ditemukan korban memakai kaus oblong warna kuning, baju batik merah dan jaket merah hati. Korban memiliki tubuh kurus dan tinggi serta membawa bungkusan plastik berisi makanan.

"Jenazah akan kita bawa ke RSU Muntilan, kita juga sudah sebar informasi penemuan mayat ini ke masyarakat, jika setelah tiga hari ke depan tidak ada yang mengurus, maka akan kita makamkan secara layak," ujar Kapolsek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau