Musi Banyuasin, Kompas -
Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30 dan baru padam sekitar pukul 12.00. Kebakaran juga meluas hingga menghanguskan sekitar 1 hektar kebun karet. Hingga Rabu sore, petugas PT Elnusa masih membersihkan sisa minyak mentah yang masih menggenang.
Di tengah lahan yang terbakar itu terlihat sumur-sumur yang diduga sebagai tempat menampung minyak mentah hasil pencurian. Korban ditemukan di sekitar sumur-sumur itu.
Irdawati (35), warga yang tinggal sekitar 50 meter dari lokasi, mengatakan, kebakaran dimulai dengan suara ledakan keras. Api langsung membesar dan menyambar pepohonan. Api membubung setinggi 6 meter.
Empat korban tewas, yang dilaporkan di Musi Banyuasin, diketahui bernama Ahmad (11), Kartini (23), Egi (19), dan Heru (12). Kondisi korban tewas tak bisa dikenali lagi karena hangus. Korban luka dirawat di rumah sakit di Bayung Lencir, di Sekayu, dan di Jambi. Rata-rata korban luka menderita luka bakar parah lebih dari 30 persen.
Dari Jambi dilaporkan, korban ledakan di jalur pipa minyak itu dirawat di RS Bratanata dan Mayang Medical Center (MMC) Jambi, yang lebih dekat dengan lokasi kejadian. Namun, seorang korban yang dilarikan ke MMC Jambi, Agus (25), akhirnya tewas. Jenazah Agus langsung dibawa ke Musi Banyuasin.
Mariani, kakak almarhum Agus, mengetahui adiknya tewas setelah mendapatkan informasi dari tetangga. Mariani mengakui, lokasi kebakaran jalur pipa minyak itu terletak sekitar 2 kilometer dari rumahnya. Korban ikut mengambil minyak mentah di jalur pipa itu untuk dijual kembali.
Menurut Kepala Polres Musi Banyuasin Ajun Komisaris Besar Toto Wibowo, semua korban adalah warga Desa Srimaju. Saat kejadian, korban diduga sedang mengambil minyak mentah di sumur-sumur penampungan. ”Kami menemukan klep yang menjadi bukti adanya hot tapping. Pemicu kebakaran itu masih diselidiki. Bisa jadi rokok atau korek api,” ujarnya.
Menurut Toto, selain asal api, penyelidikan dilakukan untuk menemukan pelaku pelubangan pipa. Pencurian minyak mentah di kawasan itu meningkat selama beberapa waktu terakhir. Pada bulan September ini saja, Polres Musi Banyuasin menangkap 12 pelaku pencurian minyak mentah dari lima jaringan.
Manajer Humas PT Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, akibat kebakaran ini, distribusi minyak mentah dari Tempino di Jambi ke pengilangan di Plaju, Sumsel, terhenti sekitar 12 jam. Jalur itu menyalurkan 10.000-12.000 barrel minyak mentah per hari. Menurut Agus, peristiwa itu belum mengganggu pasokan bahan bakar di Sumsel. Pengolahan minyak jadi telah mempunyai cadangan untuk beberapa hari ke depan.
Lokasi kebakaran telah lama diidentifikasi PT Pertamina EP sebagai salah satu titik pencurian minyak mentah. Jalur pipa Tempino hingga Sungai Lilin sepanjang sekitar 170 kilometer banyak dilubangi dengan jarak sekitar 50 meter. Kerugian akibat pencurian minyak mentah di jalur ini diperkirakan Rp 5 miliar per hari atau sekitar Rp 200 miliar sejak tahun 2011.
Dari Batam, Kepulauan Riau, dilaporkan, empat perusahaan di provinsi itu diduga terlibat mafia penyalur solar ke petambang di Pulau Bintan. Kepala Polda Kepri Brigadir Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan, polisi masih menyelidiki dugaan itu.