Sensasi Malaga di Belantara Eropa

Kompas.com - 05/10/2012, 03:16 WIB

BRUSSELS, KAMIS - ”Selamat datang di kelompok elite sepak bola,” kata Pelatih Anderlecht John van den Brom memberikan selamat kepada Malaga yang melibas timnya, 3-0, di Grup C Liga Champions, Rabu (3/10). Dari perolehan poin dan gol hingga laga kedua, Malaga mencatat hasil terbaik.

Itulah sensasi Malaga, klub Liga Spanyol yang awal musim ini sempat limbung, kesulitan membayar gaji pemain hingga beberapa bintangnya memilih hengkang, dan dirumorkan akan dijual pemiliknya, Sheikh Abdullah bin Nassar al-Thani dari Qatar.

Tandang ke Anderlecht di Stadion Constant Vanden Stock, Brussels, Belgia, tim asuhan Manuel Pellegrini itu memetik kemenangan meyakinkan lewat dua gol sensasional Eliseu menjelang turun minum dan menit ke-64 plus gol penalti Joaquín.

Itu kemenangan kedua Malaga dalam musim debut mereka di Liga Champions. Dua pekan lalu di kandang, mereka menghajar juara Liga Rusia, Zenit St Petersburg, dengan skor sama, 3-0.

Malaga memimpin klasemen sementara Grup C dengan skor sempurna, yakni enam poin, dan belum kemasukan gol. Mereka mengungguli juara Eropa tujuh kali, AC Milan, yang menang 3-2 di kandang Zenit berkat gol bunuh diri bek Tomáš Hubocan.

Hingga laga kedua, beberapa tim lain yang mencatat enam poin adalah Porto (Grup A), Arsenal (B), Real Madrid (D), BATE Borisov (F), Barcelona (G), dan Manchester United (H).

Porto memukul Paris St Germain, 1-0, lewat gol James Rodríguez pada menit ke-83. Arsenal melibas Olympiacos, 3-1, berkat Gervinho (42’), Lukas

Podolski (56’), dan Aaron Ramsey (90’+4’). Madrid melindas Ajax lewat hattrick Cristiano Ronaldo (42’, 79’, 81’) dan Karim Benzema (48’). BATE, Barca, dan MU memetik kemenangan kedua, Selasa lalu.

Bukan hasil sulap

Namun, dibandingkan tim-tim peraih enam poin lain, Malaga paling menawan. Produktivitas mereka dalam mencetak enam gol diimbangi kokohnya lini pertahanan yang belum kebobolan. Porto juga belum kebobolan gol, tetapi baru mengoleksi tiga gol.

”Ini bukan hasil sulap. Ini hasil kerja keras, kompromi, dan didukung suporter kami,” kata Pellegrini. ”Kami mempertahankan pendekatan yang bagus malam ini. Kami berada di level cukup tinggi sebagai tim, bermain kolektif, bukan bermain individual.”

Dari permainan yang mereka perlihatkan saat melibas Anderlecht, pemain Malaga tidak hanya bagus secara kolektif. Skill individu pemain mereka juga mantap. Dua gol Eliseu, gelandang asal Portugal, berbicara tentang kepiawaian tersebut.

Gol pertamanya saat injury time babak pertama dia ceploskan dengan tendangan kaki kiri dari jarak 20 meter. Gol keduanya, menit ke-64, sangat artistik. Begitu mendapat umpan terobosan dan tinggal berhadapan dengan kiper, dia mencungkil bola dengan kaki kiri, menghasilkan bola melengkung dan bergulir perlahan menembus gawang.

”Enam poin dari enam laga itu signifikan, tetapi ini belum pasti karena secepat Anda mengoleksi poin di penyisihan grup, secepat itu pula Anda bisa kehilangan poin,” kata Pellegrini.

Benar, terlalu prematur menyimpulkan dua penampilan sebagai sebuah sukses. Laga kandang lawan AC Milan, 24 Oktober mendatang, bisa jadi tolok ukur sesungguhnya. Namun, dua laga itu plus penampilan impresif dengan menempati urutan ketiga klasemen Liga Spanyol di bawah Barcelona dan Real Madrid menjadi sinyal berakhirnya krisis di Malaga. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau