Pasar Retail Tiupkan "Angin Segar"

Kompas.com - 05/10/2012, 11:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan analisa konsultan properti Cushman & Wakefield, ekonomi makro Indonesia diperkirakan akan terus meningkat sampai 2012. Dengan demikian, daya beli masyarakat juga diharapkan akan terus meningkat.

Kondisi ini disimpulkan berdasarkan tingginya tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, tingkat inflasi, suku bunga stabil, dan performa bursa saham yang baik selama semester pertama 2012. Makin meningkatnya daya beli masyarakat ini ditunjang dengan berbagai pusat perbelanjaan baru yang telah atau akan dibuka.

Hasil riset Cushman & Wakefield terhadap pasar retail di Jakarta juga memaparkan, bahwa kegiatan sewa pada pasar pusat perbelanjaan di Jakarta tercatat sangat aktif sepanjang kuartal ketiga 2012. Jumlah rekor tertinggi penyerapan per kuartal sebesar 161.600 meter persegi. Sebagian besar penyerapan ruang ritel terjadi pada pusat perbelanjaan yang baru selesai dibangun seperti Grand Paragon, Kota Kasablanka, dan Lippo Mall Kemang.

Head of Research and Advisory Cushman & Wakefield Arief Rahardjo mengungkapkan adanya perkembangan menarik dalam pasar retail Indonesia, khususnya Jakarta. Take up atau tingkat penyerapan pada kuartal ketiga naik cukup pesat lantaran adanya pusat perbelanjaan yang baru selesai dibangun.

"Ada tiga pusat perbelanjaan yang semuanya punya penyewa cukup baik. Maka itu net take up-nya naik sekali," ujar Arief.

Executive Director Retail Marketing Cushman & Wakefield, Lini Djafar, menambahkan, selama ini permintaan sedikit karena tidak ada mal baru.

"Nah, sekarang ini ada. Semua tenant punya mood ekspansif yang positif. Banyak yang mau menyewa," kata Lini.

Tiga pusat perbelanjaan baru tadi misalnya, belum sepenuhnya beroperasi. Maka dari itu, jumlah ruang yang tersedia semakin banyak. Menurut Lini, jika sebuah pusat perbelanjaan atau mal didesain dengan baik dan memiliki konsep tepat, pengusaha tidak perlu kuatir akan sepinya penyewa.

Saat ini, tingkat hunian rata-rata pusat perbelanjaan di Jakarta menjadi turun 0,5% dibandingkan kuartal sebelumnya. Ruang ritel kosong sampai September 2012 berjumlah 729.100 meter persegi. Jumlah keseluruhan ruang ritel yang tersedia di Jakarta pada kuartal ketiga 2012 berjumlah 3.814.600 meter persegi. Jumlah ini terdiri dari 2.688.800 meter persegi pusat perbelanjaan sewa dan 1.125.800 meter persegi pusat perbelanjaan strata-title. Bila pada akhir 2012 ini Cikini Gold Center selesai dibangun, maka akan terdapat 3.818.600 meter persegi pasokan ruang ritel di Jakarta pada akhir tahun ini.

Terkait perkembangan pusat perbelanjaan tersebut, seperti diberitakan sebelumnya, Komisi II DPR RI pada awal minggu ini meminta pemerintah melakukan pengawasan lebih ketat atas rencana pengembang membangun mal-mal baru di Indonesia.

Anggota Komisi II DPR RI Alexander Litaay menekankan, pengawasan perizinan harus menjadi sorotan bagi pembangunan pusat-pusat perbelanjaan. Pasalnya, pusat perbelanjaan memiliki potensi memberikan kerugian bagi masyarakat. Kita lihat saja, apakah pengetatan pengawasan ini akan berpengaruh langsung terhadap pasar retail di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau